Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tak Lagi Bingung Biaya Berobat, Lansia Tomoni Sambut Bantuan dengan Air Mata Syukur

69
×

Tak Lagi Bingung Biaya Berobat, Lansia Tomoni Sambut Bantuan dengan Air Mata Syukur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Wajah-wajah senja para lanjut usia (lansia) di Kecamatan Tomoni dan Tomoni Timur tampak haru bahagia. Memasuki hari kelima penyaluran Kartu Lansia periode Januari–Maret 2026, Rabu (22/7/2026), senyum lega memancar dari mereka yang akhirnya menerima bantuan.

‎Bagi para lansia, kartu ATM bantuan dari pemerintah daerah ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan penyambung harapan di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi.

‎Carum (67), warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Tomoni, tak mampu menyembunyikan rasa harunya usai menandatangani berkas penerimaan. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan kelegaannya setelah sekian lama menanti.

‎”Dalam keadaan sakit begini, saya bingung harus cari biaya berobat ke mana. Bantuan ini sangat berarti, akan saya gunakan untuk beli obat dan kebutuhan makan sehari-hari,” tutur Carum.

‎Kisah serupa juga datang dari Iskandar (69), warga Desa Bangun Karya. Sudah empat bulan ia jatuh sakit dan sulit berjalan. Kini, ia menggantungkan hidup bersama istri dan cucunya.

‎”Saya sangat berterima kasih kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati atas bantuannya. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kelancaran menjalankan tugas,” ungkap Iskandar penuh syukur.

‎Kebahagiaan senada dirasakan Ni Wayan Cangkir (76), lansia asal Desa Alam Buana, Tomoni Timur. Lansia yang mengidap sakit pinggang bertahun-tahun ini mengaku harus rutin mengontrol kesehatannya ke rumah sakit seminggu sekali. Bantuan ini menjadi penopang hidupnya yang sudah lama tidak bekerja.

‎Penyaluran hari kelima ini berlangsung di dua lokasi terpisah. Sebanyak 87 penerima manfaat dari 12 desa dan 1 kelurahan berkumpul di Aula Kantor Camat Tomoni, sementara 70 penerima dari 8 desa dipusatkan di Kecamatan Tomoni Timur.

‎Sekretaris Camat Tomoni, Wahyudin, menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan Kartu Lansia tahun 2026 telah melalui proses verifikasi ketat agar tepat sasaran.

‎”Para orang tua lansia yang hadir ini sudah kami pastikan adalah warga yang betul-betul layak dan sangat membutuhkan bantuan,” ujar Wahyudin.

‎Niat pemerintah untuk menyisir warga yang benar-benar membutuhkan ini disetujui oleh Camat Tomoni Timur, Yulius. Ia mengimbau agar para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok dan kesehatan.

Liputan: (fir/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *