Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

Tangani Ekonomi Lemah UKM Dimasa Covid-19, Diskop Gelar Pelatihan Online UMKM

390
×

Tangani Ekonomi Lemah UKM Dimasa Covid-19, Diskop Gelar Pelatihan Online UMKM

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sulawesi Selatan memberikan pelatihan secara online berkelanjutan sebagai pusat untuk para pelaku usaha kecil dan menengah agar mampu meneruskan usaha meski tengah dihadapan dengan masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Koperasi, Abdul Malik menjelaskan, kegiatan pelatihan tersebut sebagai usaha untuk mempersiapkan diri bagi UKM untuk menaikan kembali pendapatan usai Pandemi Covid-19 berakhir.

“Pelatihan UMKM tetap jalan, hari ini juga ada pelatihan. Kami melakukan pelatihan dengan mempersiapkan UKM yang bisa berlari setelah pandemik ini berakhir, difasilitasi oleh pendamping KUMKM Provinsi Sulsel,” kata Abdul Malik Faisal, Senin (Senin 22/6/2020).

Melalui pelatihan online tersebut, Malik Faisal berharap agar menjadi solusi bagi UKM menghadapi kebijakan pemerintah yang menganjurkan pembatasan sosial sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19.

Pasalnya, tidak dipungkiri jika kebijakan tersebut sangat berimbas kepada para pelaku UMKM yang mengakibatkan perekonomian semakin lesu lantaran aktivitas masyarakat yang menurun akibat harus tinggal dirumah.

“Masih berlaku pembatasan sesuai protokol kesehatan, jadi warkop buka untuk bertahan saja, menyelamatkan tenaga kerjanya, tidak untuk cari profit,” paparnya.

Ia menambahkan, khususnya dalam hal pencegahan COVID-19 seperti penggunaan masker, membuat dampak terhadap permintaan yang tinggi dalam UKM di bidang konveksi.

“Penjualan produk terkait pencegahan COVID-19 cukup tinggi di masa sekarang, seperti masker, face shield, tempat cuci tangan, herbal oil antivirus Corona dan lainnya,” pupus Malik Faisal.

Menurut dia, peran Diskop dan UMKM saat ini tetap menjadi jembatan antara pihak konveksi dan pelanggan, sekaligus menggerakkan dan melibatkan banyak UKM agar tidak menggunakan waktu lama pada proses pembuatan beragam alat pelindung diri (APD).

“Kalau ada yang order pasti akan melibatkan banyak UKM konveksi agar bisa cepat selesai pembuatannya dengan standar dan kualitas yang sama,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *