INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–Fakta menarik mengenai Tanri Bali Lamo salah satu Bakal Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Yang akan mendampingi Bakal Calon Gubernur Agus Arifin Nu’mang yang saat ini masih sebagai orang nomor dua di Provinsi Sulsel.
Saat bincang santai di warkop Azzahra, di Jalan Bandang, Makassar, Jum’at (9/2/2018). Tanri Bali Lamo bercerita tentang dirinya yang maju mendampingi Agus Arifin Nu’mang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, dengan diusung oleh tiga partai yakni PBB, Gerindra dan PPP. Sempat diragukan gagal maju pasangan Agus-TBL justru lolos di KPU di menit-menit terakhir.
Pensiunan TNI berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) dan pernah menjabat sebagai Plt Gubernur Sulsel pada tahun 2008 ini memberi contoh pada Pilkada DKI Jakarta 2017 dimana pada saat itu Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno usungan Partai Gerindra dengan tingkat elektabilitas yang berada di posisi ketiga mendaftar di menit terakhir mendekati waktu penutupan pendaftaran di KPU.
“Jadi semua sudah cerdaslah untuk memilih pemimpin mana yang berintegritas dan berpengalaman. Sama seperti di Pilkada DKI, Pukul 12 malam pendaftaran tutup kami mendaftar pukul 5 sore, di DKI itu tutup jam 12 malam dia (Anies Baswedan-Sandiaga Uno) mendaftar jam 11 malam kenapa karena masyarakat sudah cerdas, masyarakat memahami, mereka bisa menilai, bisa membandingkan, itukan mudah membandingkan kan pasangan satu pasangan dua bagaimana perbandingannya“ ujarnya.
Hasil survei posisi Agus-TBL masih terbilang rendah dibanding kandidat lain. Namun, mantan Plt Gubernur Sulsel itu mengaku optimis dengan kerja-kerja terencana partai pengusung, tim dan relawan di daerah-daerah nantinya dapat meningkatkan elektabilitas pasangan yang dikenal teruji, bersih dan berpengalaman itu.
“Saya kalau ke daerah-daerah selalu ada elit partai pengusung yang dampingi. Kemarin saja banyak yang mendampingi, jadi semua sudah bekerja. Baik di timnya Pak Agus yang sudah lama bekerja, di tim saya juga, dan tim parpol pengusung (PPP, Gerindra, PBB),” tuturnya.
Lanjut TBL Sedikit menambahkan, strategi utama kita, tiada hari tanpa menyapa masyarakat, tidak ada langkah lain yang kita ambil, relawan pak Agus itu sudah lama bekerja kemudian sebagai relawan saya juga sudah lama bekerja, hanya pernah stuck kurang lebih 3,4 bulanlah, dengan kita masuk kembali seperti inikan dimungkinkan mereka aktif kembali dan mereka sudah punya kantong-kantong sebenarnya, tinggal kita aktifin kembali saya juga begitu yah kita sapa aja masyarakat, tutupnya.
Liputan: Noya | Editor: Zhakral.














