INPUTRAKYAT_LUTIM,–Rama dan adiknya Riska, sudah hampir setahun menganggur. Mereka tidak dapat melanjutkan sekolah ke SMP, karena kedua orang tuanya hidup miskin.
Tidak punya biaya untuk membeli seragam sekolah, menjadi penyebab utama, Rama dan Riska tidak dapat melanjutkan sekolah. Kini, keduanya bekerja serabutan, membantu orang tuanya mencari nafkah.
“Masih mau sekolah, tapi kami tidak punya biaya untuk beli seragam, termasuk sepatu,” kata Rama, Senin 03 Desember 2018.
Keinginannya untuk sekolah kata Rama, cukup besar, namun keterbatasan ekonomi keluarganya, memaksanya untuk menjadi pengangguran.
Adapun Sarli, 58 tahun, ayah kandung Rama dan Riska, mengakui anaknya putus sekolah. Dia tidak dapat membiayai anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikannya.”Untuk kebutuhan makan sehari-hari saja, susah, apalagi harus membeli seragam sekolah,” kata Sarli.
Pendapatannya sebagai pekerja serabutan, hanya bisa menutupi sebagian kebutuhan rumah tangganya.
Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengaku mendengar kondisi keluarga Sarli. Dia berjanji akan memberikan perhatian khusus dan mengupayakan, agar Rama dan adiknya Riska, bisa kembali bersekolah.
Liputan: Haswadi | Editor: Amk.














