INPUTRAKYAT_LUTIM — Pertemuan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dengan warga Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu, 19 Agustus 2026, tidak hanya menjadi forum menyerap keluhan masyarakat.
Di tengah pertemuan itu, muncul kabar tentang tiga siswa SMA YPS Sorowako yang sedang membawa nama Luwu Timur ke panggung kompetisi nasional.
Irwan datang bersilaturahmi ke kediaman Makole Haji Hasan Said di Desa Sorowako. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, buruh, perempuan, dan warga hadir. Mereka menyampaikan aspirasi secara langsung kepada bupati.
Di antara pembicaraan itu, prestasi siswa SMA YPS Sorowako mendapat perhatian. Tiga siswa sekolah tersebut tengah mengikuti dua kompetisi nasional dengan membawa nama sekolah, Kabupaten Luwu Timur, dan Sulawesi Selatan.
Salah seorang siswa lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Malang. Ia menjadi wakil Luwu Timur dan Sulawesi Selatan pada bidang kebumian.
Dua siswa lainnya mengikuti kompetisi penelitian yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keduanya berhasil masuk tujuh besar nasional dan dijadwalkan mengikuti tahapan presentasi di Jakarta pada 19 September 2026.
Muhammad Irsan mengatakan OSN merupakan salah satu ajang yang menjadi perhatian sekolah karena menjadi bagian dari jalur kompetisi menuju tingkat internasional.
“OSN ini merupakan lomba yang paling dicari di setiap sekolah karena menjadi ajang menuju internasional,” kata Irsan.
Menurut dia, pencapaian tersebut bukan hasil dari proses singkat. Para siswa harus melewati rangkaian seleksi sebelum dapat bersaing di tingkat nasional.
“Jadi tiga anak ini membawa nama sekolah, membawa nama kabupaten, sekaligus membawa nama provinsi di kancah nasional,” ujarnya.
Pertemuan dengan bupati sekaligus dimanfaatkan pihak sekolah untuk menyampaikan perkembangan para siswa tersebut.
Sekolah berharap pemerintah daerah memberi dukungan, terutama untuk kebutuhan akomodasi dan keperluan mengikuti kompetisi berikutnya.
Dukungan pemerintah, kata Irsan, bukan semata soal fasilitas. Perhatian dari pemerintah daerah dinilai dapat menjadi dorongan psikologis bagi siswa untuk mempertahankan prestasi.
“Bukan cuma anaknya, siswa lain pun ikut senang karena dengan adanya prestasi, kami dilirik oleh pemimpin tertinggi di Luwu Timur,” katanya.
Ketiga siswa tersebut juga memiliki target melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama. Institut Teknologi Bandung menjadi salah satu kampus yang mereka incar.
Mendengar kabar itu, Bupati Luwu Tinur, H. Irwan Bachri Syam langsung memberi apresiasi.
“Kalau soal pelepasan, sampaikan ke saya. Pasti saya lepas. Anak-anak berprestasi harus kita support,” ujar Irwan.
Ia mengatakan dukungan terhadap generasi muda tidak hanya diberikan untuk satu bidang. Pemerintah, kata dia, harus hadir ketika anak-anak Luwu Timur membawa nama daerah dalam berbagai kompetisi. (Solihin).














