Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tom Sindir Pedas Komentar Sekjen Golkar Lutim Andi Zulkarnain

497
×

Tom Sindir Pedas Komentar Sekjen Golkar Lutim Andi Zulkarnain

Sebarkan artikel ini

Foto: Sekjen Golkar Lutim, Andi Zulkarnain (kiri), Wahyuddin Al Kadry (kanan).

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Wahyuddin Al Kadry atau kerap disapa Tom menepis komentar Sekertaris DPD II Partai Golkar Lutim, Andi Zulkarnain mengenai dirinya hanya membaca judul berita lalu menyindir pedis Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Tofan Pawe.

“Hal itu hanyalah pernyataan sepihak. Tidak mungkinlah saya bisa memberi komentar tanpa membaca dan paham apa materi dari berita tersebut. Lagi pula setiap malam sebelum tidur saya tidak afdhol kalau tidak membaca lebih dari 10 judul dari berbagai media,” ucapnya kepada media ini, Selasa (27/04/2021).

Menurutnya, jangankan berita tentang kampung halaman, berita perkembangan luar negeri dan nasional pun saya ikuti. Apalagi jika berita itu menyangkut penghinaan terhadap pemimpin Luwu Timur, dimana saya menjadi salah satu warganya. Dan belum lagi saya sempat dilibatkan dalam tim pemenangan meski saya akui kerja saya belum maksimal. Apa lagi berita itu dimintai tanggapan dari teman-teman wartawan.

Kalau Andi Zul mau menguji, tinggal cari tempat nanti saya jelaskan info terkini diberbagai belahan dunia dan nasional yang saya baca setiap saat diberbagai media, pintanya.

Lanjut mantan Komisioner KPU Lutim 3 periode ini mengatakan, saya tidak menuding Partai Golkar tidak punya kontribusi terhadap kemenangan Husler-Budiman. Saya hanya bilang bahwa kemenangan Husler-Budiman adalah hasil dari kerja keras dan kerja cerdas semua komponen, mulai dari paslon, tim pemenangan, relawan dan seluruh partai politik pengusung dan pendukung.

Oleh karenanya, tidak boleh diklaim sepihak sebagai usaha besar Partai Golkar saja. Justru saya melihat PDIP sebagai salah satu Parpol pengusung, juga punya kontribusi cukup besar dalam kerja-kerja pemenangan, tegas Tom.

Bahkan kata dia, saat proses sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) lalu saya tidak melihat andil besar DPD Partai Golkar Sulsel yang dipimpin Taufan Pawe dalam membantu mengawal kemenangan Husler-Budiman disetiap sidang. Justru PDIP yang sangat memberi support mengawal proses MK, termasuk membantu menyiapkan lawyer untuk membantu lawyer tim.

Selain itu, Tom juga menyinggung kalau anggota DPR RI dari Dapil 3 dan anggota DPRD Sulsel Dapil 11 tidak punya kontribusi nyata sedikitpun atas usaha pemenangan Husler-Budiman di Pilkada kemarin.

“Saya tidak pernah melihat sekalipun mereka menginjakkan kaki di Luwu Timur. Baik untuk kepentingan reses maupun kepentingan Pilkada,” tandas Tom yang juga sekretaris tim pemenangan Kabupaten Husler-Budiman.

Tak sampai disitu, Tom juga menyayangkan ucapan Tofan Pawe ke Budiman tidak ada apa-apanya. Pernyataan itu berlebihan dan cenderung menghinakan pak Budiman sebagai Bupati Luwu Timur.

“Kalau beliau tidak ada apa-apanya, mana mungkin memiliki segudang pengalaman. Pak Budiman belasan tahun menjadi guru, bahkan pernah meraih guru teladan se Kota Makassar, ditambah lagi pengalamannya sebagai pejabat daerah yakni 2 kali jabatan eselon 3 serta 4 kali di jabatan eselon 2, hingga kapasitas personal beliau dan bahkan pernah mengikuti pendidikan di harvard University,” bebernya.

Saya yakin pernyataan ini keluar akibat tidak adanya informasi berimbang yang diterima Tofan Pawe dari teman-teman kader Partai Golkar Luwu Timur terkait masalah ini, terutama Andi Zul selaku sekretaris DPD Partai Golkar Lutim, sambungnya lagi.

Ditambahkannya, diberbagai kesempatan bincang-bincang dengan pak Budiman, beliau selalu menjelaskan tentang sikap politiknya ke PDIP, dan saya yang pernah mendengar itu, sehingga saya sangat memahami dan menaruh hormat atas sikap tersebut, dan menilai itu bentuk konsistensi seorang pemimpin. Atau mungkin saja Andi Zul menjadi bagian dari orang yang tidak menerima sikap pak Budiman ke PDIP, Wallahu a’lam.

Sebelumnya, Sekertaris DPD II Partai Golkar Luwu Timur, Andi Zulkarnain angkat bicara mengenai singgungan pedas Wahyuddin Al Kadry ke Ketua DPD I Golkar Sulsel, Tofan Pawe (TP).

Andi Zulkarnain mengatakan, komentar itu tidak perlu ditanggapi serius, sepertinya dia tidak mendengar langsung komentar ketua TP, dia hanya baca dari media saja, itupun hanya baca judul tidak baca isi berita lalu berkomentar, ungkapnya.

Dukungan Partai Golkar ke pasangan MTH-Budiman adalah kontribusi besar. Jangan diliat orang per orang. seandainya ada oknum Golkar yang tidak maksimal bekerja dalam Pilkada, ada mekanisme internal partai yang menilainya, dan tentunya masyarakat bisa pun menilainya, tandas Zul.

Ditanya pandangan Golkar Lutim mengenai sikap Budiman berlabuh di PDIP kata Andi Zul, pasti Golkar disemua tingkatan mempertanyakan hal itu, bahkan tidak sedikit yang menyesalkan hal itu, karena pak Budiman adalah pengganti pak Husler.

Mestinya estafet kepemimpinan pak Husler di Golkar juga dilanjutkan oleh Pak Budiman. Tapi pak Budiman sudah menentukan sikap bergabung di PDIP. Itu keputusan beliau dan Insya Allah Golkar di Luwu Timur tetap akan kokoh, karena beringin akar kuatnya ada di masyarakat, tegasnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *