INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan menyelenggarakan Kegiatan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang ke- 102 pada hari rabu, tanggal 13 Maret 2019.
Latihan PKD 102 ini bertujuan untuk melatih dan menguji kemampuan para personil bandara apabila terjadi keadaan darurat di bandara.
“Latihan ini guna memastikan SDM kami siap, mereka mampu apabila hal ini memang benar terjadi, walau harapan kami hal ini tidak pernah terjadi.

“Kita memastikan daripada SDM kami baik kemampuan untuk pengelolaan peralatan baik itu pengelolaan komunikasi, koordinasi pada instansi internal maupun eksternal dan khususnya untuk pengananan gawat darurat,” ujar Wahyudi selaku General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa (12/3/2019).
Selain menguji kemampuan para personil, koordinasi dan komunikasi juga diuji sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara, Dokumen Keamanan Bandar Udara, dan Standar Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
Latihan PKD 102 ini terdiri dari 3 latihan yang mencakup Aviation Security Exercise (Latihan Penanganan Ancaman Keamanan Bandara) yang berlokasi di area Dropzone Bandara, Fire Building Exercise (latihan penanganan kebakaran gedung) yang berlokasi di Hotel lbis Bandara dan Aircraft Accident Exercise (latihan penanganan kecelakaan pesawat) yang berlokasi di area sisi udara runway 21.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga menjelaskan bahwa tiga latihan tersebut akan dilaksanakan selama 1 hari mulai pukul 15.00 – 23.00 WITA. Tantangan pada latihan kali ini yaitu waktu pelaksanaan diambil pada malam hari.
Kegiatan latihan akan dimulai dengan Apel Pembukaan Keglatan PKD 102 yang dipimpin oleh Wendo Asrul Rose selaku Direktur Operasi PT Angkasa Pura I (Persero).
Latihan ini melibatkan pihak personel internal maupun eksternal yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari PT Angkasa Pura I (Persero), TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin, Perum LPPNPI, Polri, Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Imigrasi Makassar, Kantor Bea Cukai Makassar, maskapai yaitu Sriwijaya Air, serta beberapa rumah sakit di sekitar Bandara Sultan Hasanuddin.
“Operasional Bandara akan berjalan normal seperti biasa, Bandara Sultan Hasanuddin memiliki 2 runway, jadi masih ada 1 runway yang bisa digunakan untuk operasional penerbangan,” ungkap Wahyudi.
Wahyudi menghimbau kepada pengguna jasa Bandara, yang akan melalui Bandara Sultan Hasanuddin pada tanggal 13 Maret 2019 pada jam-jam tersebut, agar tidak panik turut mensukseskan Latihan PKD ini.
Liputan : Noya | Editor : Amk














