UMI Makassar Beri Gelar Doktor Kehormatan Kepada Wapres RI Ma’ruf Amin

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima gelar Kehormatan sebagai Doktor Honoris Causa (HC) di bidang ilmu manajemen, keminatan manajemen syariah, dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang diserahkan Rektor Basri Moding secara virtual melalui video telekonferensi pada Selasa 23 Juni 2020.

Penyerahan gelar Doktor HC tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor UMI Nomor 1038/H.25/UI/VI/2020 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa kepada Bapak KH Ma’ruf Amin.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UMI Makassar Hanafi Ashad mengutarakan, pemberian gelar doktor kehormatan berdasarkan pada pola berpikir Ma’ruf yang dinilai moderat, terutama di dalam organisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Cara berpikir tersebut mempengaruhi fatwa-fatwa tentang ekonomi syariah yang dikeluarkan MUI, sehingga fatwa-fatwa MUI dinilai moderat, tidak terlalu ketat sebagaimana fatwa-fatwa tentang ekonomi syariah dari ulama-ulama Timur Tengah,” terang Hanafi dalam pidatonya.

UMI Makassar menilai Ma’ruf Amin merupakan salah satu aktor pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Melihat rekomendasinya tentang sistem keuangan syariah di berbagai lembaga keuangan dalam negeri.

Dilain sisi, Ma’ruf Amin yang menyampaikan orasi ilmiahnya mengucapkan terima kasih atas pemberian gelar doktor kehormatan tersebut bermakna sebagai bagian dari proses pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang diberikan kepadanya.

“Saya menerima penganugerahan ini disertai ajakan agar UMI dapat turut berkiprah dalam pengembangan ekonomi nasional, khususnya ekonomi syariah. Kita masih butuh perjalanan panjang untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber kemaslahatan umat,” terang Wakil Presiden RI itu.

Disela orasi ilmiahnya, Ma’ruf mengatakan jika Bank Syariah telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan umat Islam. Lantaran kaitannya sangat erat dengan mu’amalah baik secara prinsip syariah dalam ekonomi yang tidak melanggar hukum.

“Bank syariah memerlukan adanya sinergi antara peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip syariah. Aktivitas bank syariah harus patuh dan tunduk pada dua hal sekaligus, yakni prinsip ekonomi dan prinsip syariah,” tuturnya.

Penyerahan tersebut menjadi gelar Doktor HC kedua bagi Ma’ruf Amin. Sebelumnya, pada 5 Mei 2012, Ma’ruf Amin mendapat penghargaan doktor kehormatan dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang saat itu dijabat Komaruddin Hidayat, sebagai ulama yang dianggap berperan dalam ilmu hukum ekonomi syariah dan penggerak ekonomi syariah di Indonesia.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *