Example 728x250
Example 728x250
BeritaInput Makassar

UMKM Perempuan Didorong Naik Kelas Jelang Revalidasi UNESCO Geopark Maros Pangkep

225
×

UMKM Perempuan Didorong Naik Kelas Jelang Revalidasi UNESCO Geopark Maros Pangkep

Sebarkan artikel ini
Zulfitriany D. Mustaka.

 

INPUTRAKTAT_MAROS, – Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep menggelar pelatihan intensif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan menjelang proses revalidasi UNESCO Global Geopark. Kegiatan berlangsung di Sekretariat Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep, Kabupaten Maros, Selasa, 5 Mei 2026.

 

Sebanyak 50 peserta dari sektor kuliner, kriya, dan fesyen mengikuti pelatihan bertajuk Intensive Training Geopark Program THRIVEEM: Community Based Digital Empowerment for Indonesia’s Women Microentrepreneurs. Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Maros.

 

Narasumber utama, Zulfitriany D. Mustaka, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung pengelolaan geopark yang berkelanjutan. “Program ini memberi nilai strategis dalam peningkatan SDM untuk memastikan warisan geologi dikelola secara profesional demi kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.

 

Pelatihan mencakup materi desain produk dan pengembangan jejaring bisnis. Kegiatan dibagi dalam tiga sesi utama, yakni pemaparan teori, bedah produk peserta, serta diskusi terkait penguatan kemasan dan akses pasar.

 

Menurut Zulfitriany, peserta diharapkan memperoleh gambaran konkret dalam meningkatkan kualitas tampilan produk agar lebih kompetitif. Ia juga mendorong terbentuknya komunitas UMKM berbasis geopark sebagai wadah kolaborasi berkelanjutan.

 

Revalidasi UNESCO Global Geopark dilakukan setiap empat tahun dengan menilai berbagai aspek, termasuk pengelolaan kawasan, penguatan pariwisata berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tiga pilar utama geopark, yakni konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi.

 

Dalam kesempatan itu, Zulfitriany juga menyoroti pentingnya inovasi berbasis potensi lokal. Salah satunya adalah pemanfaatan buah nipah sebagai pewarna alami untuk produk kriya dan wastra. “Inovasi ini merupakan bagian dari hilirisasi riset teknologi tepat guna yang mudah diadopsi oleh masyarakat,” kata dia.

 

Sebagai salah satu geopark berstatus global, Geopark Maros Pangkep dikenal dengan bentang alam karst yang khas serta komitmen terhadap pengembangan ekonomi berbasis lingkungan. Melalui pelatihan ini, UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga berkontribusi menjaga keberlanjutan kawasan geopark.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *