INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–Pasca pemukulan jurnalis InputRakyat.co.id wilayah Kota Makassar, Andi Ayatullah yang kerab disapa Noya, pihak manajemen Rock In Celebes (RIC), Ardi, meminta maaf saat dihubungi Kantor Redaksi InputRakyat melalui pesan WhatsAppnya.
“Mohon maaf sebelumnya atas kejadian ini. Tadi saya juga sudah ketemu langsung sama Noya, sudah meminta maaf langsung dan klarifikasi semua, termasuk evaluasi tim saya. Terdapat kesalapahaman masalah gelang, karena memang harus di rapatkan, karena banyak kejadian oper gelang tidak rapat, versi tim saya juga beda. Tapi saya mewakili tim dan Rock In Celebes tetap merasa bersalah dan meminta maaf. Semoga tidak terjadi lagi kedepannya. Hormat saya,” singkat Ardi.
Sementara itu, Rifai Manangkasi selaku penanggung jawab Input Rakyat juga sekaligus Ketua DPW JOIN Sulsel mengutuk keras perlakuan tetsebut. “Kan, bisa bicara baik-baik jangan main gebuk,” tandasnya.
Lanjut dikatakan, atas kejadian ini JOIN dan korban berencana memperkarakan oknum tersebut dan minta peetanggungjawabab pihak RIC sebagai penyelenggara.”Noya masih dalam perawatan setelah itu baru kita ambil langkah hukum,” ujar Rifai.
Menyikapi rencana JOIN Sulsel memperkarakan kasus pemukulan Noya, pihak panitia Rock In Celebes menyampaikan permohonan maaf.
“Saya sudah ketemu langsung Noya, sudah meminta maaf langsung dan klarifikasi semua, termasuk evaluasi tim saya,” ujar A.Ikhlas pihak RIC
Saya mewakili tim dan Rock In Celebes tetap merasa bersalah dan meminta maaf semoga tidak terjadi lagi ke depannya, tambah A.Ikhlas.
Sebelumnya, penganiayaan ini dialami Noya saat hendak meliput event di pelataran parkir utara Trans Studio Mall, Sabtu (01/12/18) malam.
Saat masuk dipelataran parkir, salah satu pengamanan di TKP berpakaian berwarna orange mencegat lalu meminta untuk mengencangkan gelang ditangan korban.
Karena tak mau dikencangkan dengan alasan sakit, tiba-tiba Noya digertak dan membentak dengan nada kasar. “Saya digertak dan dibentak karena saya tolak untuk mengencangkan gelang ditangan saya,” kata Noya.
Tak sampai disitu, korban di kepung lima orang rekan pelaku dengan berpakaian seragam berwarna orange. Melihat kondisi itu, Noya memperkenalkan diri dan bermaksud meliput kegiatan ini.
Pengakuan itu tak dihiraukan salah satu pengamanan yang ikut mengepung.”Biar kau wartawan,” ungkap Noya menirukan ucapan salah satu pengamanan yang menggertak dirinya.
Setelah itu, satu diantara lima orang tersebut langsung memukul bagian belakang leher jurnalis produktif ini.
“Karena mendapat perlakuan ini, saya pun meninggalkan lokasi dan tidak meneruskan peliputan pada kegiatan tersebut,” tutupnya.
Liputan: Redaksi | Editor: Amk.














