Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Wakil Ketua DPRD Lutim dan Sopirnya Diduga Menganiaya Petugas SPBU, US: Hoax Itu

673
×

Wakil Ketua DPRD Lutim dan Sopirnya Diduga Menganiaya Petugas SPBU, US: Hoax Itu

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pengawas SPBU Wasuponda mendatangi Mapolres Luwu Timur, Kamis (5/5/2022) malam, guna melaporkan dugaan penganiayaan yang menimpa dirinya. Aksi tersebut terekam CCTV.

Ditemui usai pelaporan, pengawas SPBU Wasuponda, Rudiarianto menceritakan, mulanya US yang tak lain wakil ketua DPRD Lutim hendak mengisi emergency BBM jenis pertalite, dan operator saya menjelaskan bahwa emergency pertalite lagi kosong karena sementara diurus izin memenuhi kuota pertalite namun hal itu tak diterima US.

Saya lihat mereka cekcok saya pun menghampiri dan menjelaskan ke US sebagaimana mestinya. Ini SPBU baru, soal itu sementara kami urus izinnya, tetapi US belum juga menerima penjelasan kami sehingga ia mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas lalu mengatakan kau tidak tahu saya siapa?, sambungnya lagi.

Tak hanya itu lanjutnya, US juga beberapa kali mencoba memukul dan menampar saya namun saya menghindar dan tiba-tiba sopirnya keluar dari mobil lalu memukul saya dibagian lengan tangan serta paha.

“Dari perbuatan tak menyenangkan ini saya pun ke Mapolres untuk melaporkan dengan harapan persoalan ini diproses, dan tak hanya itu saya akan melakukan aksi demo di DPRD agar US diberikan sanksi,” tegas Rudi.

Dikonfirmasi terpisah, US membantah kejadian tersebut lalu menceritakan kronologi kejadian itu. “Tidak ada pemukulan, hoax itu, lagian dia tiba-tiba muncul dari arah kamar mandi tanpa identitas pegawai SPBU, sopir saya kira siapa,” tepisnya.

Ia menceritakan, sementara saya diskusi dengan tiga pegawai SPBU tentang kesiapan BBM tiba-tiba dia muncul tanpa identitas yang menampakkan sebagai pegawai SPBU.

“Kejadian tadi malam di SPBU Togo, Kecamatan Wasuponda itu tidak ada pemukulan. Memang sopir saya sempat menghampiri Rudi tapi saya melerai untuk tidak melakukan pemukulan. Sopir saya juga tidak mengenal Rudi karena tidak ada identitas yang digunakan sebagai karyawan SPBU,” jelasnya.

Sekali lagi apa yang di mediakan itu tidak benar adanya yang mengatakan terjadi pemukulan, karena saya yang menahan sopir untuk tidak melakukan pemukulan, tambahnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *