INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Bau busuk dari limbah gudang Dapur Cokelat yang terletak di jalan Abdullah Daeng Sirua, Bonto Bila Raya, RT 01, RW 09, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, dikeluhkan masyarakat setempat.
Salah satu warga Bonto Bila Raya (Bobil) RT 01, RW 09, Anton Paril (67) mengaku sangat terganggu dengan bau busuk dari limbah gudang Dapur Cokelat.
“Sudah pernah kami coba sampaikan kepihak pengelola di gudang Dapur Cokelat, tapi mereka cuma bilang, nanti saya sampaikan ke bos saya, itu saja jawaban mereka setiap kali di beritahu, sampai warga disini semua pernah berkumpul untuk memprotes bersama karena sudah tidak tahan dengan bau busuk limbah dari gudang produksi Dapur Cokelat” ujar Anton. Jumat (23/2/2018)
Saat di konfirmasi ke Ketua RT 01, RW 09, Jumardin, ia menjelaskan Inputrakyat.co.id, di kediamannya menjelaskan, “Saya pernah masuk kedalam gudang tersebut, memang kalau dilihat tidak cocok ada seperti itu di pemukiman masyarakat, cocoknya di kawasan industri saja” ungkap Ketua RT 01 Jumardin
Lanjut Jumardin menjelaskan, “Sudah sangat sering saya menerima keluhan masyarakat mengenai bau busuk dari gudang dapur cokelat tersebut, khususnya dari Aswan, yang rumahnya berdampingan langsung dengan gudang dapur cokelat”
Jumardin menduga di bagunan tersebut bukan hanya di gunakan sebagai gudang tetapi juga tempat produksi kue
“pada bangunan tersebut juga tidak tertulis di gunakan sebagai apa, seharusnya yang seperti itu ada” jelasnya,
Sementara itu, Aswan salah satu warga, yang pertama kali menguplod ke jejaring sosial mengenai bau busuk limbah yang berbelatung di gudang Dapur Cokelat, mengaku telah di datangi oleh dua orang yang mengaku dari lembaga tertentu untuk menghentikan kegiatannya menguplod keluhan di media sosial
Hal tersebut, diduga adanya pihak yang ingin membackingi industri yang diduga melanggar aturan dalam penempatan pabrik di tengah – tengah kota.
Liputan : Noya | Editor : Zhakral














