Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Warga Pongkeru Tagih Janji Investor PLTA

1503
×

Warga Pongkeru Tagih Janji Investor PLTA

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan masyarakat Desa Pongkeru dan Forum Pemuda Pongkeru (FPP) mendatangi kantor Desa Pongkeru, Senin (24/09/18),

Kedatangan itu dalam rangka membahas permasalahan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikabarkan akan memulai melakukan pengeboran di wilayah Desa Pongkeru, Kecamatan Malili, Lutim.

Dalam pertemuan itu, Aksan selaku perwakilan masyarakat Pongkeru mengatakan, pertemuan ini dalam rangka membahas perjanjian yang telah kami sepakati sejak tanggal 20 Juli 2017 antara PT. Sulindo Putra Timur selaku kontraktor pendamping dan Pemerintah diwakili Kades Pongkeru dan Anggota DPRD Luwu Timur Abd. Munir Razak, ungkapnya.

Menurutnya, kesepakatan itu berisi tentang perekrutan tenaga kerja, pengadaan sarana dan prasarana alat kerja, dan perusahaan akan berkantor utama di wilayah Desa Pongkeru.

Kata Aksan, pihak perusahaan saat ini akan melakukan pekerjaan pengeboran, dan tenaga kerja yang digunakan dari luar Desa Pongkeru tanpa melakukan komunikasi ke pemerintah Desa Pongkeru.” Mereka sudah melanggar perjanjian yang telah kita sepakati dari awal,” tandasnya.

Senada dari itu, Rini warga setempat perwakilan peremuan, meminta pihak pemerintah tegas dalam menyikapi permasalahan ini, untuk menghindari konflik horizontal yang terjadi sesama masyarakat sekitar, dan tidak lupa kami sampaikan kepada pihak perusahaan untuk selalu melakukan komunikasi kepada masyarakat Desa Pongkeru ketika akan memulai kegiatan di wilayah Desa Pongkeru, imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Kades Pongkeru, Jamal mengakui bahwa dirinya menerima laporan aduan masyarakat Desa Pongkeru.

Aduan itu berupa adanya kegiatan pengeboran titik sample lokasi PLTA dilakukan di wilayah Desa Pongkeru yang tidak memberitahukan ke pemerintah Desa setempat.

Oleh karena itu tambah Jamal, kami meminta kepada pihak pelaksana kegiatan PLTA untuk selalu komunikasi dan berkoordinasi kepada Pemerintah Desa dan masyarakat apabila melakukan segala macam kegiatan, baik itu penerimaan tenaga kerja dan alat yang digunakan pada saat bekerja di area yang merupakan wilayah dari Desa Pongkeru, tutupnya.

Untuk diketahui, projeck PLTA Pongkeru dikabarkan menelan biaya sebesar Rp. 4 Trilliun dan dikerjakan oleh investor Korea Selatan.

Informasi yang dihimpun, PLTA tersebut akan mampu menghasilkan 50 Megawatt tenaga listrik untuk kebutuhan listrik di Kabupaten Luwu Timur.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *