INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sebanyak 10 peserta CPNS jabatan tenaga kesehatan yang telah mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) diusulkan ke tim penyeleksi pusat untuk mendapatkan tambahan 10 poin.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid kepada InputRakyat.co.id, Jumat (21/12/18).
“Dari ratusan peserta CPNS yang memasukkan data ke laman Web kami, Jumat (21/12/18), hanya 10 peserta saja yang kami usulkan ke tim penyeleksi pusat,” bebernya.
Karena 10 peserta formasi jabatan tenaga kesehatan itu masuk dalam wilayah terpencil di Luwu Timur, kata Kamal.
“Kami hanya usulkan, tergantung keputusan tim penyeleksi pusat, kalau nantinya masuk kriteria, mereka akan mendapatkan tambahan 10 poin,” katanya.
Lanjutnya, Ini dilakukan berdasarkan SK Kementerian Kesehatan RI bahwa Luwu Timur terdapat Puskemas yang terletak di wilayah terpencil antara lain, Mahalona, Timampu, Bantilang, Kalaena dan Lampia.
Maka dari itu, Ini lah yang dimaksud putra putri daerah harus diutamakan.
Sementara itu kata Kamal, peserta CPNS dari formasi tenaga guru kami tidak usulkan, karena berdasarkan SK Kementerian Pendidikan RI, Luwu Timur tidak memiliki sekolah yang masuk di wilayah terpencil.
Untuk membuktikan bahwa putra putri daerah berasal dari wilayah terpencil maka harus melampirkan KK, KTP dan Ijazah.
“Terhadap mereka yang terbukti sebagai penduduk setempat, lingkupnya kecamatan,” ucap Kamal.
Namun penambahan 10 poin itu tidak menjadi jaminan akan lulus PNS, tetapi peluang ada. “Karena kalau mencapai target poin dari jumlah keseluruhan mulai dari nilai SKD ditambahkan dengan nilai SKB mencukupi, maka otomatis lulus PNS,” terangnya.
Begitupula bagi peserta CPNS yang tidak memenuhi kriteria masuk pada wilayah terpencil jangan berkecil hati, siapa tahu nilai SKD ditambahkan dengan nilai SKB memenuhi target tentu berpeluang pula lulus PNS, tambahnya.
Liputan: Arif | Editor: Amk.














