INPUTRAKYAT_LUTIM, — Musim kemarau membuat layanan air bersih di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, terganggu.
Intake Balaikembang yang menjadi sumber air baku Perumdam Waemami mengering sehingga sedikitnya 1.500 pelanggan terdampak.
Direktur Perumdam Waemami Luwu Timur, Andi Maryam, mengatakan kondisi tersebut membuat perusahaan daerah harus mengubah pola pelayanan. Distribusi air kepada pelanggan dilakukan menggunakan mobil tangki.
“Intake Balaikembang kering akibat musim kemarau,” kata Andi Maryam, Selasa, 1 September 2026.
Perumdam Waemami mengerahkan mobil tangki untuk memasok air ke wilayah terdampak. Pelayanan distribusi dilakukan hingga malam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang tidak lagi mendapatkan pasokan air melalui jaringan perpipaan.

Menurut Andi Maryam, distribusi dengan mobil tangki menjadi langkah pelayanan sementara selama sumber air baku belum kembali normal.
Krisis air bersih ini menunjukkan kerentanan layanan air perpipaan ketika debit sumber air baku turun drastis pada musim kemarau.
Ribuan pelanggan bergantung pada pasokan dari sistem yang sumber airnya ikut terpengaruh kondisi cuaca.
Meski begitu, Perumdam Waemami terus melakukan pelayanan di lapangan untuk memastikan pelanggan di wilayah Mangkutana tetap memperoleh air bersih selama gangguan berlangsung. (Rama).














