INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pemberhentian terhadap tujuh karyawan PT. Pancaran Darat Transport mematik reaksi dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya Pospera Luwu Timur.
Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Luwu Timur, Erwin R Sandi mengatakan, kalau saya lihat pemberhentian itu, ya’ wajar saja karena ke 7 Karyawan tersebut sudah bekerja selama 3 tahun, tetapi apa kah kontrak ke 7 karyawan ini tidak bisa diperpanjang?, Ungkapnya, Rabu (04/08/2021).
“Nah’ jika mengacu pada Omnibus Lau, kontrak itu bisa saja diperpanjang lagi dengan dibuatkan kontrak baru oleh perusahaan,” sambungnya lagi.
Lalu apa alasan tidak diperpanjang? Ini kan menimbulkan tanda tanya besar, kalau ke 7 karyawan itu bersoal ya sah-sah saja, tapi mau nda Pancaran buka-bukaan.
Sementara ke 7 orang ini dari informasi yang kami himpun belum pernah bermasalah selama bekerja, tapi kok diberhentikan secara serentak, kata Erwin.
Tak hanya itu, saya juga dapat informasi kalau ke 7 orang ini diberhentikan diduga dari imbas Pilkada, karena pimpinan Pancaran yang di Lutim diduga kuat berafiliasi dengan Politik, tandasnya.
“Nah, kalau ini benar terjadi, wah parah juga persoalannya karena urusan politik harus dibawa ke ranah pemberhentian,” ujarnya.
Olehnya itu, kami minta PT. Vale Indonesia untuk segera mengevaluasi kinerja PT. Pancaran, imbuhnya.
Untuk diketahui, PT. Pancaran Darat Transport merupakan sub kontraktor dari PT. Vale Indonesia yang bergerak di bidang jasa transportasi darat.
Sementara, ke tujuh karyawan yang diberhentikan yakni Hartawan, Hazhar, Fhadil, Wandi, A. Nirwasyah, Rival Gobang dan Marson.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. Pancaran Darat Transport.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














