Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Diduga Bersoal, Proyek Transmigrasi SKPC 1 Koromolai Akan di PHO

998
×

Diduga Bersoal, Proyek Transmigrasi SKPC 1 Koromolai Akan di PHO

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek pembangunan transmigrasi SKPC 1 Koromolai, Mahalona, dikabarkan akan di PHO, Senin (23/09/19) besok.

Berita sebelumnya, bangunan tersebut diduga tidak sesuai bestek. Dimana kedudukan bangunan tersebut tidak sesuai dengan peta desain.

Pasalnya, saat mengawali pelaksanaan pemetaan lokasi oleh rekanan yakni PT. Duta Makarti Tama hanya menggunakan meter ukur bukan Theodolit.

Akibatnya, bangunan tersebut dinilai tidak simetris. Hal itu dibuktikan dengan turunnya pihak Dinas terkait dari Provinsi melakukan teguran dan memasang patok batas-batas lahan.

Namun pekerjaan itu sudah dibenahi oleh rekanan sesui petunjuk Provinsi, kata Herul selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Transmigrasi, Industri dan Ketenagakerjaan, Luwu Timur, baru-baru ini.

“Iye, diawal pelaksanaan pemetaan lokasi, rekanan hanya menggunakan meter ukur, seharusnya mereka gunakan Theodolit,” ungkapnya.

Tak sampai disitu, informasi yang dihimpun bahwa dinding kayu yang digunakan pada bangunan rumah transmigarasi tersebut bersumber dari lokasi itu sendiri.

Sementara di lokasi ini diduga tidak memiliki izin pemanfaatan kayu yang terbit dari instansi terkait.

Item pekerjaan tersebut sangat jelas tertuang dalam kontrak yakni tebas tebang potong, pilih kumpul bersih, yang anggaranya berada di nilai kontrak sebesar Rp 2,9 Milyar, bersumber APBN.

Namun alih-alih Herul kembali mengatakan kalau bangunan rumah itu hanya sebagian menggunakan kayu bersumber dari lokasi tersebut.

Menurutnya, sebagaimana dikonfirmasi belum lama ini menerangkan, bahwa pekerjaan itu dipihak ketigakan oleh rekanan ke Pak Txxx karena memiliki izin pengelolaan kayu.

Dari pernyataan itu menuai tanda tanya ketika bersangkutan mengantongi izin, apakah lokasi itu masuk dalam titik koordinatnya? Sementara informasi yang dirangkum bahwa lahan tersebut merupakan pelepasan PT. Vale Indonesia ke pemerintah seluas 700 hektar.

Selain tebas tebang potong, pilih kumpul bersih, terdapat pula item pekerjaan lain diantaranya, pembangunan rumah sebanyak 25 unit, pembuatan jalan lingkungan dan sarana air bersih.

Liputan: Redaksi | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *