INPUTRAKYAT_LUTIM,–Rencana pelaksanaan festival Danau Matano yang akan digelar pada 29 November hingga 1 Desember 2019 menuai penolakan dari Badan pekerja masyarakat adat Kecamatan Nuha.
Penolakan pelaksanaan festival Danau Matano yang dianggarkan melalui APBD Lutim 2019 senilai Rp 500 juta itu dianggap memicu konflik di masyarakat terkhusus di Kecamatan Nuha.
“Sebaiknya pelaksanaan festival Danau Matano jangan dilaksanakan, karena awalnya kami masyarakat Kecamatan Nuha sangat menolak adanya kegiatan itu, apa lagi kegiatan seperti itu dapat memicu konflik di masyarakat Nuha,” tandas Musran, selaku tokoh pemuda di Kecamatan Nuha kepada wartawan, Kamis (21/11/19).
Menurutnya, selama ini kecamatan Nuha sangat aman dan tentram, jangan sampai persoalan festival Danau Matano masyarakat Nuha terpecah belah.
Pantauan media ini, sejumlah spanduk penolakan festival Danau Matano tersebar dibeberapa titik di Sorowako.
“Spanduk itu sengaja dipasang sebagai bentuk penolakan kegiatan festival Danau Matano,apa lagi kalau festival itu dikelola oleh salah satu lembaga adat tertentu,” jelas Musran.
Liputan: * | Editor: Redaksi.














