Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Air Laut Tercemar, Warga Desa Keuno Tuntut PT Gemba Tanggung Jawab

1310
×

Air Laut Tercemar, Warga Desa Keuno Tuntut PT Gemba Tanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Perwakilan masyarakat dari Desa Keuno, Mohoni dan Ungkea, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, berang saat rapat dengar pendapat (RDP) berlangsung bersama pihak PT. Gemba.

Mereka berang lantaran dalam rapat tersebut tidak menghasilkan kesepakatan antara masyarakat dengan PT. Gemba soal nilai kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.

Kegiatan yang dipimpin anggota dewan, Epafras Sambongi bersama Usman Ukas itu, berlangsung di ruang komisi III DPRD Morowali Utara, Senin (2/10/2023).

Ditemui usai mengikuti RDP, Martesion warga Desa Keuno membeberkan, jika laut di desanya sudah tercamar. Air laut sudah berubah warnah menjadi merah terkhusus di area jety PT. Gemba, ungkapnya.

Hal itu disebabkan kata Martesion, karena aktivitas pertambangan PT. Gemba yang tidak memperhatikan lingkungan, diperparah lagi ketika musim hujan, air laut keruh dan meluas diperairan.

Akibatnya lanjut dia, hasil pendapatan kami sebagai nelayan menurun drastis. Jika dibandingkan sebelum ada tambang, saya berpenghasilan Rp 4,5 juta perbulan. Namun saat ini, syukur sekali kalau kita dapatkan Rp 1 juta perbulan.

“Ini lah yang kami tuntut, karena tempat kami melaut untuk mencari ikan kini sudah tercemar dan PT. Gemba harus bertanggung jawab, makanya kami minta kompensasi sebesar Rp 65 juta pertahun,” tandasnya.

Senada dari itu, Kades Keuno, Bartonius Karawo mengatakan, sebenarnya kita harus melihat dua sisi, antara masyarakat dan perusahaan.

“Sebelumnya positif saja dari perusahaan, namun berjalannya waktu muncul lah dampak-dampak seperti pencemaran di tambak warga sampai di laut,” jelasnya.

Dari dampak itu kata Bartonius, penghasilan nelayan menurun, dan itulah yang mereka rasakan, dan penghasilan mereka hanya disitu, karena laut sudah tercemar, ada diantara mereka beralih kerja.

“Nelayan kami sebanyak 25 orang yang saya sudah SK kan dalam bentuk kelompok, sementara nelayan tangkap sebanyak 7 orang,” sambungnya lagi.

Olehnya itu tambahnya, saya berharap PT. Gemba sebagai mitra pemerintah agar tidak mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan dan memperhatikan masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, Henri selaku General Manager (GM) PT. Gemba enggan memberi komentar saat dimintai tanggapan. “Maaf,” singkatnya sembari berjalan menuju mobilnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *