Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Rekonstruksi Jalan Beteleme–Nuha Dimulai, Proyek Rp 48,7 Miliar Menjawab Keluhan Pengendara

1061
×

Rekonstruksi Jalan Beteleme–Nuha Dimulai, Proyek Rp 48,7 Miliar Menjawab Keluhan Pengendara

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT, – Alat-alat berat mulai bekerja di ruas jalan Beteleme, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menuju Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Rekonstruksi jalan yang selama ini dikenal rusak berat itu akhirnya memasuki tahap pelaksanaan setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 48,744 miliar.

Pantauan di lokasi pada awal pekerjaan menunjukkan sejumlah bulldozer, excavator, dan bomag mulai melakukan pembersihan badan jalan.

Material batu yang menumpuk diratakan, sementara ruas yang dipenuhi kubangan ditimbun untuk membentuk kembali konstruksi jalan sebelum memasuki tahap pengaspalan.

Selama bertahun-tahun, kondisi jalan tersebut menjadi keluhan masyarakat. Lubang besar, genangan air saat musim hujan, dan permukaan berbatu membuat perjalanan antardaerah berlangsung lambat serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Jalur itu merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, termasuk kawasan pertambangan, perkebunan, serta permukiman warga.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memasukkan rekonstruksi ruas tersebut sebagai salah satu program prioritas pada masa kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido. Melalui pembiayaan dari APBD, proyek itu dianggarkan senilai Rp 48,744 miliar.

Berdasarkan informasi proyek, pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Meca Synergy Consultant dengan masa pelaksanaan selama 600 hari kalender.

Tahapan awal difokuskan pada pembersihan, penimbunan, dan perataan badan jalan sebelum pengerjaan lapisan perkerasan hingga pengaspalan.

Dimulainya pekerjaan disambut positif para pengguna jalan. Sejumlah pengendara yang melintas mengaku telah lama menantikan perbaikan ruas tersebut karena menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Baru sekitar setahun memimpin, pekerjaan di jalan ini sudah dimulai. Kami berharap pembangunannya selesai sesuai rencana sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,” ujar Arman, seorang pengendara yang ditemui di lokasi.

Ia menilai langkah pemerintah membuktikan bahwa perbaikan infrastruktur mulai direalisasikan. “Yang terlihat sekarang bukan lagi sekadar janji. Alat berat sudah bekerja dan masyarakat bisa melihat langsung prosesnya,” katanya.

Meski demikian, warga berharap pengerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan dapat diselesaikan tepat waktu.

Harapan itu muncul karena jalan Beteleme–Nuha memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antar Provinsi yang selama ini menjadi urat nadi distribusi barang, jasa, dan mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Apabila seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, rekonstruksi jalan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas infrastruktur, tetapi juga mempercepat konektivitas kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan kedua provinsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *