Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Sebelum Dibenahi, DPRD Morut Bersama Pemda Tinjau Pasar Kodal dan Diskusi dengan Pedagang

1040
×

Sebelum Dibenahi, DPRD Morut Bersama Pemda Tinjau Pasar Kodal dan Diskusi dengan Pedagang

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Anggota DPRD Morowali Utara dari lintas komisi turun meninjau Pasar Kolonodale, Kecamatan Petasia, Senin (8/1/2024).

Ikut dipeninjauan itu, pihak Pemda Morut yakni Kepala Diskumperindag Morut, Yanismal Botuale beserta sekertaris Diskumperindag, Yarid F Marande dan jajarannya.

Bahkan, Lurah Kolonodale, pihak DLH serta Badan Pendapatan Morut turut hadir. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Morowali Utara, Hj. Warda Dg Mamala.

Peninjauan tersebut dalam rangka perencanaan penataan ulang lapak pedagang sayur dan ikan, sekaligus rencana penertiban pedagang diatas bantaran sungai atau DAS.

Pantauan media ini, Ketua DPRD Morut, Hj Warda Dg Mamala beserta rombongan menemui keterwakilan pedagang sayur dan pedagang ikan untuk mendengar unek-unek sekaligus masukan mereka.

“Kami mau ibu ketua diatur ditempat ini tepatnya di belakang lapak basah pedagang ikan asalkan pedagang sayur yang berada di bantaran sungai dipindahkan ke tempat ini,” ujar pedagang sayur yang berjualan dibelakang lapak ikan.

“Pendapatan kami setiap harinya sangat kecil, karena pengunjung pasar kebanyakan berbelanja di depan tepatnya lapak diatas bantaran sungai dan trotoar, jadi kami tidak didatangi lagi,” keluhnya.

Menangapi keluhan itu, Ketua DPRD Morut, Hj Warda mengatakan, ini lah maksud dari kunjungan saya bersama teman-teman, sekaligus bentuk tindak lanjut dari kunjungan saya tempo hari pasca dilantik jadi Ketua DPRD.

“Kita mau menata ulang lapak pedagang, tetapi terlebih dahulu kita bangun sarana dan prasananya, jadi lapak ikan kita pindahkan di tepi laut, kemudian lapak pedagan sayur kita atur tempatnya biar rapih,” ucapnya.

Niat baik DPRD bersama Pemda tersebut sempat mendapat penolakan dari segelintir pedagang ikan.

“Kami tidak mau kalau dipindahkan di belakang gedung blok C, kami mau berada di pinggir laut tepat diujung jalan, atau masih ditempat yang sama saat ini,” tandas salah satu pedagang ikan.

Alasannya kata dia, kalau dipindahkan di belakang blok C tidak bisa dilalui mobil pengangkut ikan dan kami tidak mau berdampingan dengan lapak pedagang sayur karena kami pasti dikomplen dengan pedagang sayur karena bau.

“Kami mau lapak ikan berdiri sendiri, terpisah dengan lapak pedagang sayur, artinya lapak mereka tersendiri atau berjauhan dengan lapak kami,” ungkapnya lagi.

Ketua DPRD Warda kembali menjelaskan, bahwa ini lah maksud kunjungan kami untuk mendengar keluham kalian dan masukan kalian.

Usman Ukkas menambahkan, kita ini mau atur kalian dengan baik, kalian menjual nyaman begitu juga pembeli, kami sudah paham kalian maksud, nanti ini kita bangun dulu lapaknya baru bedagang sayur didepan kita pindahkan kesini.

Sementara lapak basah untuk pedagang ikan lanjutnya, kita bangun dibantaran laut ini agar supaya dekat dengan air, dan soal akses untuk mobil pengangkut ikan, kita sudah fikiran dan pasti kita buatkan jalur.

“Ini lah gunanya kita duduk bersama membahas persoalan-persoalan di Pasar Kodal,” terangnya, sembari diaminkan pedagang ikan yang sempat menolak.

Warda menambahkan, Insha Allah tahun ini kita akan membangun sarana dan prasarana lapak, kemudian DAS itu kita benahi agar tidak terjadi banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *