INPUTRAKYAT_MORUT,–Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Alno Berniat mengklaim angka stunting di Kabupaten Morowali Utara (Morut) menurun. Menurutnya, saat ini angka stunting 14 persen.
“Kita masih menunggu angka survei kesehatan Indonesia atau ISK karena itu akan menjadi pembandingannya nanti,” ungkapnya kepada media ini, Senin (29/1/2024).
Lanjutnya, penyebab terjadi stunting diantaranya kurangnya asupan nutrisi, pendidikan ibu rendah, ekonomi rendah dan masalah kebersihan.
“Nah langkah-langkah yang kami lakukan untuk mencegah stunting dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil agar mengetahui apakah bayi dalam kandungan atau ibu bayi tersebut kekurangan gizi atau tidak,” ujarnya.
“Kalau kekuarangan gizi maka kita akan memberikan asupan gizi terhadap ibu hamil, maupun bayi yang ada didalam kandungnya,” sambungnya lagi.
Masih dikatakannya, bahwa pendekatan dalam penanganan stunting ini tentu melibatkan seluruh pihak.
Misalnya BKKBN tambahnya, mereka akan mengetahui penyebab stunting contohnya disebabkan karena melahirkan anak terlalu rapat, belum cukup umur untuk menikah dan kondisi lingkungan serta faktor ekonomi.














