Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

DLH Luwu Timur Aktifkan Bank Sampah di Setiap Desa, Dorong Ekonomi Warga

110
×

DLH Luwu Timur Aktifkan Bank Sampah di Setiap Desa, Dorong Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur mulai mengaktifkan kembali program bank sampah di setiap desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

Saat ini, seluruh desa telah memiliki pengurus bank sampah yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) kepala desa. Para pengurus bertugas mengelola, menerima, serta mencatat volume sampah dari nasabah, baik secara mingguan maupun bulanan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pertamanan DLH Luwu Timur, Maria Claret Nita Tampa, ST mengatakan, program ini merupakan bagian dari percepatan pengelolaan sampah di tingkat desa. Bank sampah yang masih aktif akan terus diberikan edukasi, sementara yang tidak aktif akan dihidupkan kembali.

“Setiap desa memiliki bank sampah dan pengurus yang telah ditetapkan melalui SK kepala desa. Ini yang kami dorong melalui sosialisasi untuk mempercepat pengelolaan sampah di desa,” ujarnya kepada Input Rakyat, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, desa juga diwajibkan melaporkan progres volume sampah secara berkala kepada DLH sebagai bagian dari sistem pemantauan.

Melalui langkah tersebut, DLH menargetkan pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, sistem pelaporan berjenjang memungkinkan pemerintah daerah memantau perkembangan pengelolaan sampah di seluruh desa secara langsung, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan.

DLH juga tengah menyiapkan skema pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi. Sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, daun kering, dan kotoran hewan akan diolah menjadi kompos atau biogas. Sementara sampah anorganik seperti plastik, botol kaca, kaleng, styrofoam, dan besi dapat didaur ulang atau diolah menjadi produk kerajinan.

“Kami akan mengatur pengelolaan sampah agar bernilai ekonomi. Kami juga akan berkoordinasi dengan para pengepul untuk membahas mekanisme kerja sama, termasuk penentuan harga,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa, di mana masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memperoleh manfaat finansial dari pengelolaannya.

Sebagai langkah jangka panjang, DLH Luwu Timur juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). Fasilitas tersebut akan dibangun secara bertahap guna menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan pengaktifan kembali bank sampah di setiap desa, DLH optimistis pengelolaan sampah di Luwu Timur akan semakin terstruktur, bernilai ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *