Example 728x250
Example 728x250
Input Parlemen

HUT ke-23 Luwu Timur Jadi Momentum, Badawi Alwi Tekankan Pentingnya Kolaborasi Bangun Daerah

25
×

HUT ke-23 Luwu Timur Jadi Momentum, Badawi Alwi Tekankan Pentingnya Kolaborasi Bangun Daerah

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur tak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang untuk menegaskan kembali komitmen membangun daerah secara bersama-sama. Pesan itu disampaikan anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Golkar, Badawi Alwi, saat menghadiri puncak perayaan HUT Luwu Timur.

Menurut Badawi, perjalanan Luwu Timur selama 23 tahun menunjukkan berbagai kemajuan di sejumlah sektor. Meski demikian, ia menilai tantangan pembangunan ke depan masih membutuhkan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan masyarakat.

“Usia ke-23 menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh berhenti. Semua elemen harus mengambil peran agar Luwu Timur semakin maju dan manfaat pembangunannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai semangat persatuan menjadi modal utama untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Karena itu, momentum hari jadi daerah hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Luwu Timur.

Badawi juga menyampaikan harapannya agar cita-cita para pendiri daerah terus dijaga melalui pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup warga.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Luwu Timur seraya berharap daerah berjuluk Bumi Batara Guru tersebut terus berkembang menjadi wilayah yang mandiri, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

Peringatan HUT ke-23 Luwu Timur dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Rangkaian kegiatan yang digelar menjadi simbol kebersamaan sekaligus refleksi atas perjalanan pembangunan daerah sejak berdiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *