Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Dua Smelter GNI Berhenti, 1.900 Karyawan Terdampak: Apa yang Terjadi?

101
×

Dua Smelter GNI Berhenti, 1.900 Karyawan Terdampak: Apa yang Terjadi?

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT — PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja setelah aktivitas operasional perusahaan menyusut. Sekitar 1.900 karyawan disebut terdampak kebijakan yang dilakukan secara bertahap tersebut.

Manajemen GNI menyampaikan kebijakan itu melalui keterangan tertulis kepada redaksi. Perusahaan menyebut keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi kondisi usaha, kemampuan keuangan, dan kebutuhan operasional.

Tekanan keuangan menjadi salah satu pertimbangan utama. GNI menyatakan perusahaan masih menghadapi kondisi keuangan yang berat, ditandai dengan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang sedang berlangsung.

Menurut perusahaan, kondisi tersebut turut membatasi kemampuan keuangan untuk membiayai kegiatan operasional.

Pada saat yang sama, aktivitas produksi GNI mengalami penurunan. Dari tiga smelter yang dimiliki, hanya satu yang masih beroperasi. Dua smelter lainnya disebut telah berhenti beroperasi.

GNI menyatakan tetap mempertahankan satu smelter berikut pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU yang mendukung kegiatan operasionalnya.

Menurut manajemen, langkah tersebut ditempuh untuk mempertahankan kegiatan usaha sekaligus menekan beban perusahaan.

Jumlah Pekerja Tak Lagi Sejalan dengan Operasi

GNI menyebut jumlah tenaga kerjanya saat ini sekitar 6.300 orang. Dengan hanya satu smelter yang beroperasi, perusahaan menilai jumlah pekerja tersebut tidak lagi sebanding dengan kebutuhan operasional.

“Biaya tenaga kerja merupakan salah satu komponen utama dalam biaya operasional perusahaan,” kata manajemen GNI dalam keterangan tertulisnya.

Sebelum melakukan penyesuaian tenaga kerja, perusahaan mengaku telah menjalankan sejumlah langkah efisiensi.

Langkah tersebut antara lain penundaan rekrutmen, pengurangan lembur, penyesuaian jam kerja, mutasi karyawan, serta penghematan pada sejumlah pos operasional.

Namun, menurut GNI, berbagai langkah tersebut belum cukup menyesuaikan struktur biaya dengan kondisi operasional perusahaan.

Perusahaan kemudian memutuskan melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja.

Sekitar 1.900 karyawan diperkirakan terdampak kebijakan tersebut. Jika dibandingkan dengan total pekerja yang disebut mencapai 6.300 orang, jumlah itu setara sekitar 30 persen.

GNI menegaskan proses penyesuaian tidak dilakukan sekaligus. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap berdasarkan evaluasi dan kebutuhan operasional.

GNI Bertahan dengan Satu Smelter

GNI menyatakan masih mengalami kerugian. Pengendalian biaya, karena itu, disebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Perusahaan berupaya mempertahankan satu smelter beserta PLTU pendukungnya agar tetap beroperasi.

Manajemen menilai mempertahankan seluruh struktur tenaga kerja seperti saat perusahaan beroperasi normal akan meningkatkan beban biaya ketika kapasitas produksi telah menyusut.

Penyesuaian tenaga kerja, menurut GNI, dimaksudkan untuk menyelaraskan jumlah pekerja dengan kebutuhan operasional aktual.

Perusahaan berharap struktur biaya yang lebih sesuai dengan kapasitas produksi dapat memberi ruang bagi GNI untuk mempertahankan kegiatan usaha dan memulihkan operasional pada masa mendatang.

GNI Janjikan Hak Pekerja Dipenuhi

GNI mengakui kebijakan penyesuaian tenaga kerja dapat berdampak terhadap pekerja, keluarga karyawan, masyarakat sekitar, dan pemangku kepentingan lainnya.

Perusahaan menyatakan proses tersebut akan dilakukan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

Hak karyawan yang terdampak, menurut GNI, akan diselesaikan sesuai ketentuan hukum.

Manajemen juga menyebut pengurangan tenaga kerja sebagai pilihan terakhir setelah sejumlah langkah efisiensi dilakukan.

Perusahaan berharap kebijakan tersebut dapat mengurangi beban operasional, mempertahankan kegiatan produksi yang masih berjalan, serta memenuhi kewajiban kepada para pemangku kepentingan.

Di tengah proses PKPU dan berhentinya dua dari tiga smelter, GNI kini bertumpu pada satu smelter yang masih beroperasi.

Kebijakan penyesuaian tenaga kerja itu menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan struktur biaya dengan kapasitas produksi dan kemampuan keuangan saat ini.

GNI menyatakan akan menyampaikan perkembangan proses penyesuaian tenaga kerja melalui saluran komunikasi resmi perusahaan.

Keterangan tersebut disampaikan manajemen sebagai respons atas pemberitaan mengenai PHK di GNI yang sebelumnya berkembang di media sosial dan media massa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *