INPUTRAKYAT_MORUT, — Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Morowali Utara bersama Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Morowali Utara menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia).
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Korololama, Kabupaten Morowali Utara, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan digelar dalam rangka memperingati World Pharmacists Day dengan mengangkat tema “Memberdayakan Apoteker untuk Masa Depan yang Lebih Sehat”.
Sementara subtema yang diusung yakni “Bijak Menggunakan Obat di Usia Lanjut”.
Sejumlah orang tua dan lansia menjadi audiens dalam kegiatan tersebut.
Edukasi difokuskan pada pentingnya pemahaman masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan aman.
Mulai dari memperoleh informasi mengenai obat, aturan dan cara penggunaannya, penyimpanan, hingga cara membuang obat yang sudah tidak digunakan.
Perwakilan IAI & PAFI Cabang Morowali Utara, apt. Septiawan, S.Farm, mengatakan momentum World Pharmacists Day menjadi kesempatan untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya peran tenaga kefarmasian dalam pelayanan kesehatan.
Menurutnya, penggunaan obat tidak hanya berkaitan dengan mengonsumsi obat sesuai aturan.
Masyarakat juga perlu mengetahui informasi yang benar sejak mendapatkan obat hingga proses penyimpanan dan pembuangan obat.
“Apoteker hadir untuk mengedukasi, mendampingi, dan memastikan pengobatan berjalan dengan aman,” ujar Septiawan dalam sambutannya.
Ia menekankan, keberadaan apoteker dan tenaga farmasi di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan obat.
Terlebih bagi kelompok lansia yang membutuhkan perhatian lebih dalam penggunaan obat.
Melalui kegiatan tersebut, IAI dan PAFI Morowali Utara berharap masyarakat semakin memahami bahwa apoteker memiliki peran penting dalam mendampingi proses pengobatan.
Tidak hanya saat masyarakat menerima obat, tetapi juga dalam memastikan obat digunakan, disimpan, dan dibuang dengan cara yang tepat.
Septiawan menyebut pemberdayaan apoteker di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Ketika apoteker diberdayakan, pengetahuan menjadi aksi, pelayanan menjadi lebih dekat, dan masyarakat menjadi lebih terlindungi,” katanya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat Morowali Utara semakin sadar terhadap pentingnya penggunaan obat yang aman dan rasional.
“Semoga melalui momentum ini masyarakat dapat merasakan kehadiran apoteker di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan Morowali Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Septiawan menyampaikan pantun yang ditujukan kepada para lansia yang hadir.
“Pergi ke kebun memetik melati,
Melihat embun di pagi hari.
Lansia sehat selalu di hati,
Rukun bersama hidup lestari.”














