INPUTRAKYAT_LUTIM,—Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur terus melakukan konsolidasi demokrasi dalam rangka memperkuat pendekatan keagamaan berbasis masyarakat dalam mencegah Pelanggaran Pemilu. Salah satunya dengan menggandeng Kantor Kementerian Agama (KEMENAG) Luwu Timur untuk mendorong pengawasan partisipatif pada pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan mendatang.
Ketua Bawaslu, Pawennari mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk membangun Demokrasi yang berkualitas. Kamis, 20 Agustus 2026.
Pawennari mengatakan Demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya Pemilu, tetapi juga dari kedewasaan Masyarakat dalam menyikapi perbedaan.
“Ia juga menyampaikan Bawaslu akan ada agenda kolaborasi, membangun kolaborasi dengan stakeholder. Dan berharap demokrasi berkualitas, agar masyarakatnya dewasa dalam Berdemokrasi dan menghargai perbedaan,” katanya.
Sementara itu Kepala Kemenag, Rusdidaming mengatakan, Kemenag memiliki jaringan penyuluh Agama yang tersebar di setiap kecamatan. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk mendukung kegiatan edukasi yang dilakukan Bawaslu. Kami siap berkolaborasi jika ada kegiatan Bawaslu,” Ungkapnya.
Bawaslu juga menyiapkan pola edukasi yang menyasar komunitas masyarakat, termasuk kelompok majelis taklim. Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat.
Sementara itu, Sulkifli mengatakan kelompok majelis taklim nantinya juga akan menjadi salah satu kanal penyampaian Pendidikan Politik dan edukasi Pemilih melalui peran penyuluh agama. Sehingga inilah pentingnya menghargai perbedaan, menolak Pelanggaran Pemilu dan ikut mengawasi proses Demokrasi dan dapat disampaikan melalui lingkungan yang dekat dengan masyarakat.
Kerja sama Bawaslu dan Kemenag Luwu Timur juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman Pemilih, khususnya pemilih pemula, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam Pengawasan Pemilu secara partisipatif,”Tutupnya. (Rama)














