INPUTRAKYAT_LUTIM,—UPT SDN 238 Mallaulu terus memperkuat upaya pencegahan bullying atau perundungan serta body shaming di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh siswa dapat belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kepala UPT SDN 238 Mallaulu, Hardianto, mengatakan pihak sekolah telah membentuk wadah perlindungan bagi siswa sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk perundungan.
“Jika ada indikasi bullying maupun body shaming, kami berupaya segera meredam dan menanganinya. Kami juga terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi pada siswa,” ujar Hardianto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, persoalan bullying dan body shaming menjadi perhatian serius karena dapat memberikan dampak terhadap kondisi sosial dan psikologis siswa. Terlebih, hal tersebut juga menjadi salah satu perhatian yang terus ditekankan oleh Bupati Luwu Timur.
“Karena itu, kami selalu diingatkan untuk memastikan tidak ada bullying maupun body shaming di lingkungan sekolah,” Ungkapnya.
Selain melakukan pengawasan di lingkungan sekolah, UPT SDN 238 Mallaulu juga membangun hubungan erat dengan orang tua melalui paguyuban sekolah guna menciptakan wadah untuk membangun kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendukung berbagai program serta pengembangan sekolah.
“Sekolah kami memiliki paguyuban. Di dalamnya, orang tua dan guru berkolaborasi dalam pengembangan sekolah. Jadi, kami berusaha membangun hubungan yang erat antara orang tua dan pihak sekolah,” jelasnya.
Salah satu kegiatan yang lahir dari inisiatif paguyuban adalah program Jajanan Sehat yang dilaksanakan setiap hari Jumat.Dan banyak kegiatan lainnya yang nantinya hasil dari kegitan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan,termasuk pembelian seragam sekolah dll.
Ia menambahkan, komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua juga menjadi kunci penting dalam mendeteksi berbagai persoalan sejak dini. olehnya Hardianto mengajak sekolah dan orang tua untuk terus memperkuat komunikasi serta membangun lingkungan pendidikan yang mengedepankan rasa saling menghargai. (Solihin)














