Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Dari PNPM ke Desa Mandiri, Jejak Panjang Rimal Manukallo Membangun Tabarano

171
×

Dari PNPM ke Desa Mandiri, Jejak Panjang Rimal Manukallo Membangun Tabarano

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Perjalanan Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menuju desa yang maju dan mandiri tidak terlepas dari komitmen Rimal Manukallo dalam memberdayakan masyarakat.

Latar belakang Rimal dalam pemberdayaan masyarakat telah terbentuk sejak dirinya terlibat dalam program PNPM selama kurang lebih lima tahun.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal penting ketika dipercaya memimpin Desa Tabarano selama lebih dari 10 tahun.

Bagi Rimal, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar program, tetapi menjadi dasar dalam membangun desa.

Masyarakat harus dilibatkan agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan bersama-sama menyelesaikan persoalan desa.Selama dua periode kepemimpinannya, berbagai potensi Tabarano terus dikembangkan, mulai dari UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan hingga peningkatan pelayanan masyarakat.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu,9 September 2026, Rimal mengatakan kegelisahannya sejak awal adalah bagaimana membawa Tabarano keluar dari kondisi keterbatasan menuju desa yang lebih maju.

“Untuk memajukan desa yang masih tertinggal, ada beberapa lompatan yang harus bisa kita lewati. Yang paling penting bagaimana melibatkan masyarakat dan bekerja sama dengan stakeholder,” ujar Rimal.

Salah satu hasil pengembangan potensi desa yang kini mencuri perhatian Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta.

Lahan yang sebelumnya kurang produktif mulai dikembangkan menjadi kawasan pertanian, wisata sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain sektor ekonomi, Tabarano juga melakukan digitalisasi pelayanan desa untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh layanan administrasi pemerintahan.

Berbagai inovasi tersebut turut mendapat apresiasi. Rimal pernah meraih penghargaan Program Mitra Desa Mandiri (PMDM) PT Vale Indonesia pada 2019. Pada 2026, Desa Tabarano kembali mendapat penghargaan melalui Bupati Awards kategori Inovasi Pengelolaan BUMDes.

Rimal menegaskan, perubahan tersebut tidak mungkin dicapai tanpa kerja sama.

“Bagaimana persoalan di desa dapat kita tuntaskan secara bersama-sama. Karena berbagai persoalan dan rintangan yang kami hadapi begitu banyak,” tegasnya.

Dengan pengalaman pemberdayaan yang telah dibangun sejak PNPM hingga lebih dari satu dekade memimpin desa, Rimal terus mendorong Tabarano untuk mengembangkan kekuatan masyarakat dan potensi lokal sebagai fondasi menuju desa yang mandiri dan berkelanjutan.(Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *