Example 728x250
Example 728x250
Input PolitikInput Regional

Fanatisme Politik Berlebihan, Picu Konflik

482
×

Fanatisme Politik Berlebihan, Picu Konflik

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Jelang Pilkada Serentak 2018 suhu politik di Sulawesi Selatan kembali memanas, Fanatisme politik yang berlebih sangat mungkin muncul menjelang saat dan pascapemilihan. Jika tidak bisa diatasi, bisa berakibat buruk.

Salah satu dampaknya berbagai perubahan ke arah kemajuan akan terhambat. karena disibukkan merebut dan mempertahankan kekuasaan. Kalau sudah begini, kepentingan rakyat dikorbankan. Rabu (28/3/2018)

Pengamanat Politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) , DR. Arqam Azikin, saat di temui Inputrakyat.co.id di Warkop Dottoro, Jln. Boulevard, Kota Makassar, (21/3), mengatakan dalam dunia politik berbeda pilihan adalah hal yang lumrah, tetapi bila memasuki fanatisme berlebih akan berdampak konflik antara simpatisan

“Fanatisme itu, salut boleh, dukungan iyalah, namanya juga politik harus punya pemihakan, tapi jangan fanatismenya berlebihan supaya kita tidak mengarah ke arena konflik, karena kalau kita berlebihan pasti ujung pangkalnya adalah memproduksi konflik”

Arqam Azikin menjelaskan, para elit politik harus memberi pemahaman pendewasaan politik kepada masyarakat atau simpatisan masing-masing calon.

“Agar tidak ada konflik, saya rasa elit politik harus memberikan pendewasaan politik, yang senior ajarilah yang junior agar tidak berlebihan, berbeda pasti, politikkan harus beda.

“Supaya potensi politik kita lebih baik kedepan, teman-teman yang junior di elit politik dan senior kita berharap mereka memproduksi perbedaan pendapat ini secara kualitatif. Artinya, salut kepada calon masing-masing silahkan, tapi jangan memproduksi fanatisme berlebihan” pungkas Arqam.

 

Liputan:Noya | Editor:Zhakral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *