Example 728x250
Example 728x250
Input Lutra

Bupati Lutra Buka Pelatihan di BLK

419
×

Bupati Lutra Buka Pelatihan di BLK

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Bupati Luwu Utara, Hj Indah Putri Indriani membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi tahap ketiga sekaligus pelatihan Pelatihan program Peningkatan Kompetensin Tenaga Kerja dan Produktivitas (PKTKP) Tahap Pertama di Aula UPTD Balai Latihan Kerja di Minna Desa Bungapati Kec. Tanalili, Selasa 15 Mei 2018.

Dalam sambutannya, Indah Putri Indriani mengatakan, salah satu tujuan menghadirkan BLK adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Makanya, pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan di BLK sangat diperlukan guna membekali tenaga kerja memasuki dunia kerja, dan juga meningkatkan kemampuan masyarakat yang membutuhkan berbagai keterampilan. Jadi BLK dihadirkan merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka penganguran, ucap Indah.

Tugas Pokok BLK lanjut Indah adalah menekan angka pengangguran sengan melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi, dengan harapan mereka bisa menjadi tenaga kerja terampil dan kompeten sesuai kebutuhan Industri.

Mengisi lowongan kerja di berbagai insustri atau membuka lowongan kerja yakni dengan usaha mandiri, pelatihan ini juga membentuk sukap mental bagi peserta dalam menghadapi persaingan Global, tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Luwu Utara Masumar menjelaskan peserta pelatihan keterampilan Balai Latihan Kerja tahap ketiga yang baru dibuka berjumlah 80 peserta dengan jurusan tata rias, maubel, otomotif kotor.

Tahap ketiga jumlahnya 80 peserta, jurusan tata rias, maubel, dan otomotif motor untuk program mekanik junior, sedangkan yang sudah berlalu yang ditutup hari ini berjumlah 112 orang dengan empat pelatihan yakni menjahit, mekanik motor, dan tata rias, Paparnya.

Dari jumlah itu kata Masumar, 21 orang merupakan peserta dari wilayah terpencil yakni Rampi. Kegiatan ini menggunakan Dana APBN dalam hal ini DIPA BLK Makassar, ucapnya.

Peserta pelatihan di BLK Luwu Utara yang sudah selesai  akan mengikuti uji kepentensi yang dilakukan  Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hasilnya dari 120 peserta yang ikut 40 dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikasi dari LSP, beber Masumar.

“Artinya kemampuan mereka bisa dipertanggung jawabkan keahliannya, tentunya siap terjun di dunia kerja,” ujarnya.

Namun demikian alat praktek yang dimiliki BLK Luwu Utara masih belum memadai, dimana kita masih butuh perlengkapan untuk pelatihan otomotif sepeda Motor, mobil, dan pelatihan Escavator.

Namun tahun depan tambah Masumar, kita upayakan pelatihan alat berat escavator dengan biaya swadaya sembari menunggu tahun depan untuk pengusulan biaya APBN, kuncinya.

Liputan: Rama | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *