Example 728x250
Example 728x250
Input Advertorial

Bupati Lutra Teteskan Air Mata di Perayaan HPRL Ke 72 dan HJL Ke 750

569
×

Bupati Lutra Teteskan Air Mata di Perayaan HPRL Ke 72 dan HJL Ke 750

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTRA,–Kabupaten Luwu Utara menjadi tuan rumah perayaan hari perlawanan rakyat Luwu (HPRL) ke 72 dan Hari Jadi Luwu (HJL) ke 750, Rabu (24/01/2018) di Taman Siswa (Tamsis) Masamba.

Pantauan media ini, kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, Sri Paduka Datu Luwu, serta kepala daerah se Luwu Raya.

Mengawali kegiatan, Bupati perempuan pertama di Sulsel ini dalam sambutannya mengatakan kali ini peringatan HPRL dan HJL dipusatkan di Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Untuk itu kata Indah, kepada bapak Gubernur Sulsel saya atas nama pemerintah Kab. Luwu Utara dan masyarakat Luwu Utara mengucapkan terimah kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesedian untuk hadir memenuhi undangan kami.

Kami yakin bahwa kehadiran bapak Gubernur akan membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat Kbupaten Luwu Utara dan Tana Luwu secara umum.

Pada kali ini juga kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada bapak Gubernur dan yang mulia Sri Paduka Datu Luwu karena peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang sedianya di laksanakan pada 23 januari 2018 kemarin, karena sesuatu dan hal lain sehingga diundur hari ini.

Tetapi kami yakin dan percaya bawa pengunduran ini tidak mengurangi makna yang terkandung dalam nilai-nilai perjuangan rakyat Luwu yang jatuh pada 23 Januari.

Dijelaskannya, dalam sejarah lontara tertulis na rekko malukuko attama ko ralalenna Baebunta, yang artinya kalau kamu lapar masuklah di tengah-tengahnya Baebunta.

Seperti yang kita ketahui bahwa simbol-simbol tana Luwu yang selalu ditandai dengan badik dan pohon sagu. Ini menunjukkan bahwa jiwa setiap orang orang Luwu terdapat jiwa kesatria yang senantiasa menjujung tinggi harkat dan martabat harga diri, terangnya.

Pada peringatan hari jadi Luwu Ke-750 dan hari perlawanan rakyat Luwu yang diselenggarakan setiap tanggal 23 Januari pada dasarnya adalah untuk mengenang nilai-nilai sejarah perjuangan rakyat Luwu sekaligus mengingatkan kembali akan sejarah kebesaran kerajaan Luwu di masa silam, paparnya.

Sebagaimana yang tercatat dalam sejarah bahwa pahlawan yang tercatat di Sulawesi Selatan yang menyatakan bergabung dan berintegrasi dalam NKRI setelah Proglamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan adalah Kedatuan Luwu. Hal tersebut di tandai dengan pernyataan Sri Paduka Datu Luwu Andi Djemma yang mengatakan kerajaan Luwu adalah bagian dari wilayah persatuan Republik Indonesia, ucapnya.

Di akhir sambutan Indah Putri Indriani sempat meneteskan air mata saat membacakan kata bijak bahwa usia bukan persoalan seberapa tua kita tetapi seberapa banyak yang telah kita lakukan kepada orang banyak. Ucapan ini kami tujukan sebagai bentuk terimah kasih atas dedikasi yang luar biasa diberikan oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo, mengatakan selama 10 tahun memimpin Sulsel. Kata terakhir dari Indah Putri Indiriani sambil meneteskan air mata mengucapkan terimah kasih pak Gubernur. Dan diakhir jabatannya dia memberikan hadiah luar biasa untuk Luwu Utara yakni 24 Milyar untuk ruas jalan Sabbang sekaligus menjawab bahwa pemerintah tidak pernah berdiam diri tetapi pemerintah selalu memikirkan masyarakatnya. Pekerjaan memang belum selesai tetapi karya juga telah digoreskan,” tutup Indah.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dalam orasinya mengatakan saya selalu berbahagia setiap menghadiri kegitan yang berkaitan dengan hadirnya kerajaan Luwu, saya selalu merasa bangga hadir dalam setiap acara perlawanan rakyat Luwu dan ini ke 15 kali saya hadir dan tidak pernah mau di wakili,” kata Syahrul.

Mungkin saya tidak harus berlebihan tetapi saya harus katakan sekecil apapun Syarul Yasin Limpo ada andilnya hadir di Luwu Utara dan tentu saja dengan Pak Lutfy dan lainnya yang mempekarsai.

Mungkin karena ayah saya juga kata Syahrul, tidak pernah berpisah dengan Andi Djemma sebagai pejuang dan tokoh militer. Maka dari itu perayaan dan peringatan ini tidak lain untuk mengajak kita semua orang Luwu (Bija To Luwu) harus merasa bangga atas apa yang telah dicapai oleh orang-orang dahulu kita, tutupnya.

Liputan: Rama | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *