Example 728x250
Example 728x250
Input Nasional

Di Jogjakarta, Peserta Study Tiru Asal Lutim Ikuti Diskusi Interaktif

434
×

Di Jogjakarta, Peserta Study Tiru Asal Lutim Ikuti Diskusi Interaktif

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_JOGJAKARTA,–Sekitar 300 peserta study tiru berasal dari 4 wilayah pemberdayaan PT. Vale Indonesia (PT.VI) mengikuti diskusi interaktif bertajuk “Membangun kesepahaman, terkait gratifikasi dan korupsi dalam pengelolaan program sosial”, di Westlake Resto, Jogjakarta, Kamis (24/01/19) Pukul 10.00 pagi.

Turut Hadir dalam kegiatan ini, mewakili managemen PT. Vale, Laode M. Ichman, Compliance Departemen PT. Vale, Erlangga D. Gaffar, Kabag pemerintahan, Senfry Oktavianus, 4 Camat wilayah pemberdayaan PT.VI, yakni Camat Towuti, Nuha, Malili dan Wasuponda, 38 Kades dari pemberdayaan PT.VI, pelaku BumDes, UKM, BKAD serta tim sekretariat koordinasi PPM Luwu Timur.

Mewakili management PT. Vale, Laode M. Ichman menyampaikan bahwa keikutsertaan semua peserta diatas, dimaksudkan agar terjadi sinergi dan kesepahaman antara semua pelaku program dan stakeholder di dalamnya.

“Output dari kegiatan Bimtek ini, diharapkan bisa melahirkan gagasan program yang sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing kawasan, agar seluruh Desa dalam kawasan tersebut, bisa merasakan manfaat dari program yang akan dilakukan,” jelas Ichman .

Hadir sebagai keynote speaker dari Compliance Departmen PT.VI, Erlangga D. Gaffar mengatakan, bahwa inti dari fasilitas dan segala bentuk kontribusi PT.VI ke masyarakat dan pemerintah adalah bagaimana mekanismenya memenuhi prinsip transparansi, kewajaran, dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum terhadap regulasi yg berlaku di PT.VI dan negara Republik Indonesia, tutur Erlangga.

Diakhir sambutan, mewakili bupati Luwu Timur, Senfry Oktavianus menyampaikan, bahwa keberadaan rekan-rekan peserta Bimtek mengusung amanah dari seluruh masyarakat di masing – masing kawasan.

“Olehnya itu, diharapkan kegiatan ini di maksimalkan sebaik mungkin, untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan, yang selanjutnya dapat di aplikasikan di wilayahnya masing-masing, khususnya daerah pemberdayaan PT. Vale,” kata Senfry .

Peserta yang telah mengikuti Bimtek dan study tiru ini, diajak untuk berfikir dan melakukan berbagai inovasi yang produktif, yang nantinya bisa mengembangkan ide-ide program berbasis kawasan perdesaan mandiri.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *