Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Input Lutim

Diduga Melakukan Pelecehan dan Kekerasan, Ketua APDESI Luwu Timur Dipolisikan

2324
×

Diduga Melakukan Pelecehan dan Kekerasan, Ketua APDESI Luwu Timur Dipolisikan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kepala Desa adalah panutan bagi warganya. Namun hal itu berbeda dengan Kades Balai kembang, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, berinisial AM.

AM yang juga Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) kabupaten Luwu Timur, kini harus berurusan hukum di Polsek Mangkutana, setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual dan tindak kekerasan kepada NM (28), Rabu (3/7/2024).

Example 300x600

Peristiwa memalukan itu bermula terjadi di rumah korban NM di jalan Trans Sulawesi, Dusun Jaya Bakti, Desa Mulyasri, kecamatan Tomoni, Senin (1/7/2024) Pukul 22.44. Pelaku diduga memasuki rumah korban dalam keadaan mabuk.

Demikian diungkapkan Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh. Taufiq melalui rilisnya kepada media ini, Kamis (4/7/2024), malam.

“Oknum kades Balai kembang Mangkutana inisial AM dilaporkan ke Polsek Mangkutana oleh seorang gadis berinisial NM atas dugaan pelecehan seks dan kekerasan,” ujar Taufik.

“Saat ini penyidik Polsek Mangkutana telah memanggil sejumlah saksi termasuk saksi korban untuk dimintai keterangan atas terjadinya dugaan tindak pidana pencabulan dan kekerasan,” sambungnya lagi.

Ia menjelaskan, saat itu korban NM berada di rumahnya tepat didalam kamarnya sedang membersihkan dan meliat pakaian, tiba-tiba ia mendengar suara memanggil sambil menyebut namanya dari luar rumah, kemudian pelapor keluar dari kamar dan melihat AM sudah masuk kedalam rumah dalam kondisi mabuk.

“AM pun bertanya ke korban, lalu korban mengajak AM ngobrol didepan rumah dan pada saat itu juga AM tiba-tiba menepuk lutut korban dengan keras sebanyak 3 kali dan mencubit lengan kiri lalu pelaku bertanya, “kenapa tidak balas chat WA ku”. Pelaku menjawab, “tidak ada jaringan di Bulukumba waktu itu,” jelas Taufik.

Lanjutnya, karena kondisi sudah larut malam, korban menyuruh pelaku pulang namun korban menolaknya dan bahkan kembali masuk kedalam rumah korban lalu duduk menyandar di kursi.

“Korban pun marah dan kembali menyuruh AM untuk pulang sembari mengatakan, “sudah saya tau niat dan maksud kedatangan ta, nanti saya kasi jawaban, kasi saya waktu,” terang Taufik.

Mendengar ucapan korban kata Taufik, AM pun menjawab, “kesini dulu saya mau tarik hidungmu”, pelapor menolak kemudian AM menarik tangan pelapor dan memeluknya, korban pun menolak dan mendorong pelaku keluar dari rumahnya.

Sementara itu, Kapolsek Mangkutana, AKP Simon Siltu turut membenarkan kejadian itu. Iye, terduga pelaku sudah kami aman kan di Polsek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita sudah menerima laporan dan telah dilakukan penyelidikan yang akan memanggil saksi-saksi dan terlapor untuk dimintai keterangan terkait laporan tersebut, pelapor juga telah di visum,” pungkasnya.

Terduga pelaku saat dikonfirmasi via WhatsAppnya belum juga memberikan keterangan hingga berita ini diterbitkan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *