Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Distransnaker Lutim Cetak SDM Siap Kerja di 2025, Tahun Ini Kembali Gaspol

614
×

Distransnaker Lutim Cetak SDM Siap Kerja di 2025, Tahun Ini Kembali Gaspol

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Luwu Timur mencatat capaian signifikan sepanjang tahun 2025. Program Kerja Prioritas (KP1) kepala daerah yang dijalankan berhasil diselesaikan hingga 100 persen.

Kepala Distransnaker Luwu Timur, Joni Patabi, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor ketenagakerjaan.

“Sepanjang 2025, seluruh target KP1 kepala daerah telah rampung 100 persen, termasuk program sekolah vokasi dengan target 30 orang dan terealisasi 30 orang,” ungkap Joni.

Selain itu kata Joni, pelaksanaan sertifikasi profesi dan sertifikasi kompetensi yang diberikan secara gratis juga berhasil mencapai target. Dari target sebanyak 293 orang, seluruhnya telah terealisasi 100 persen.

“Ini merupakan hasil kerja bersama dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, sebagaimana yang diharapkan Bapak Bupati,” sambungnya lagi.

Memasuki tahun 2026, Distransnaker Luwu Timur kembali melanjutkan program pengembangan tenaga kerja melalui sektor vokasi.

Tahun ini, ditargetkan sebanyak 30 orang peserta akan mengikuti program pelatihan vokasi yang difokuskan pada peningkatan keterampilan kerja sesuai kebutuhan industri.

Selain itu, program sertifikasi profesi dan sertifikasi kompetensi juga kembali digencarkan dengan target menjangkau 293 orang, yang seluruhnya diberikan secara gratis.

“Seluruh proses sertifikasi profesi dan kompetensi ini tidak dipungut biaya. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar tenaga kerja memiliki daya saing serta pengakuan kompetensi yang jelas,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan sekolah vokasi, Distransnaker Lutim bekerja sama dengan ATS Sorowako. Para peserta akan mengikuti pendidikan dan pelatihan selama tiga bulan, dengan materi yang mencakup teori hingga praktik berbasis klaster kompetensi.

“Setelah selesai, peserta akan mendapatkan sertifikasi sebagai bekal untuk melamar pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu lanjutnya, pada program sertifikasi profesi dan kompetensi, peserta akan mendapatkan pelatihan dasar, sertifikasi SIO operator alat berat, serta K3 umum. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi pencari kerja saat melamar di perusahaan.

“Dengan pelatihan ini, para pencari kerja di Luwu Timur dapat dikatakan telah memiliki skill dan siap bekerja di berbagai perusahaan,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa target pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan untuk program sekolah vokasi mencapai 240 orang, sedangkan pelatihan profesi dan kompetensi ditargetkan menyasar 1.000 orang.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah juga tengah merumuskan langkah untuk mengundang seluruh perusahaan di Luwu Timur. Tujuannya adalah membuka peluang kerja bagi para pencari kerja yang telah mengikuti kedua program tersebut, agar dapat terserap sesuai kebutuhan industri.

“Harapannya, seluruh peserta yang telah melalui pelatihan ini bisa mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *