Example 728x250
Example 728x250
Input Politik

Dua Pengurus Partai Golkar Lutim Berlabuh di PAN

445
×

Dua Pengurus Partai Golkar Lutim Berlabuh di PAN

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ketua DPC Kecamatan Malili Partai Golkar Luwu Timur, Wahyu Maizal dan Wakil ketua koordinator bidang kesejahteraan rakyat DPD Partai Golkar Lutim, Rahman Sanusi, memilih hengkang dan berlabuh di Partai Amanat Nasional (PAN).

Itu dibuktikan saat keduanya terlihat berada di Kantor DPD PAN Luwu Timur tepatnya di Jln. Poros Malili-Sorowako, Km 3, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kamis (12/07/18) pagi.

Keberadaan keduanya ternyata untuk menyerahkan sejumlah berkas sebagai calon Legislatif (Caleg) melalui jalur PAN.

Usman Sadik selaku Ketua DPD PAN Lutim membenarkan kalau keduanya kini berlabuh di PAN.

“Iye, keduanya hengkang di PAN untuk untuk mendaftar sebagai Caleg Kabupaten Luwu Timur,” ungkap Usman Sadik yang juga mantan Bendahara DPD Partai Golkar Lutim kepada InputRakyat.co.id, diselah-selah waktunya saat menyambut kedua kader Golkar tersebut.

Menurut Usman Sadik, bahwa dirinya beserta pengurus PAN lainnya berkomitmen untuk tidak menutup diri ketika siapa saja ingin bergabung di PAN meskipun berasal dari Partai lain.

“Kami (PAN-red) tetap membuka diri ketika ada yang hendak bergabung, dan Insya Allah PAN akan menyiapkan pula panggung bagi kader partai untuk terus berkreasi di kanca berpolitikan,” terangnya.

Ini juga kata Usman Sadik, sudah keputusan DPP bahwa PAN akan membuka diri seluas-luasnya terhadap internal maupun eksternal.

Sementara itu, Wahyu Maizal saat ditemui di tempat yang sama mengatakan bahwa keputusan dirinya hengkang dari Partai Golkar dan berlabuh di PAN merupakan keputusan bulat.

“Ini sudah keputusan bulat, dengan pertimbangan yang sangat matang,” katanya.

Disinggung alasan berlabuh di PAN, kata Wahyu, PAN menerima saya dengan tangan terbuka dan disini ada ruang untuk berkreasi. Luwu Timur tanah beradab, maka dari itu Lutim harus diwakili oleh mereka yang mengerti bahwa politik adalah jalan mewujudkan kebaikan bersama, jalan memperjuangkan Nilai.

Lebih jauh Ia menjelaskan, seharusnya dalam berpartai, apalagi Partai yang sudah sangat mapan secara struktural kita bisa bersama-sama mempersiapkan regenerasi dimasa depan. Partai politik adalah ruang kaderisasi sekaligus ruang dalam memperjuangkan seperangkat nilai-nilai kemanusiaan dan bagaimana berkontribusi terhadap pembangunan yang beradab.

Kenapa kita tidak memberi kesempatan kepada anak muda, saya yakin di era melinial ini anak muda adalah kelompok yang harus diakomodir mengingat merekalah yang paling memahami kondisi zamannya. Tentunya dengan pertimbangan keorganisasian dan melibatkan semua kader dalam mengambil keputusan untuk mufakat. Libatkan kecamatan, libatkan Kordes, saya yakin jika dalam internal saja kita partisipatif dalam menentukan keputusan maka perjalanan Partai juga akan lebih aktif dalam merespon persoalan-persoalan internal Partai, termasuk dalam fungsi pengembangan dan mempersiapkan SDM Kepartaian, terangnya.

Masih dikatakannya, untuk apa kita pada ruang yang sebenarnya dalam ruang itu tak ada kesempatan bagi kita berkreasi dalam proses pengembangan diri untuk berbuat lebih banyak terhadap pembangunan manusia khususnya di Luwu Timur, mestinya kita bekerjasama karena Luwu Timur adalah rumah kita bersama, kita bangun bersama dengan melibatkan semua keterwakilan. Olehnya itu saya rasa sudah bulat untuk meninggalkan Partai pohon beringin. Alasannya jelas, Partai tersebut tidak mengakomodir kelompok muda.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Partai Golkar yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Golkar Kec.Malili selama ini. Oleh sebab itu saya meminta maaf jika selama dalam kepengurusannya pernah berbuat salah, saya sudah berusaha memberikan yang terbaik. Dimasa depan kita harus berjuang bersama, tentu karena visi kebaikan bersama, tutup Wahyu.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *