Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Dulu Jagokan Portugal, Kini Bupati Irwan Berbalik Dukung Spanyol: Prediksi Argentina Tumbang 2-1 di Final Piala Dunia 2026

750
×

Dulu Jagokan Portugal, Kini Bupati Irwan Berbalik Dukung Spanyol: Prediksi Argentina Tumbang 2-1 di Final Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,— Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam mengalihkan dukungannya kepada Timnas Spanyol menjelang final Piala Dunia 2026.

Laga puncak tersebut dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.

Sebelumnya, Irwan secara terbuka mendukung Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Namun, langkah Portugal terhenti setelah disingkirkan Spanyol pada babak gugur.

Kini, orang nomor satu di Kabupaten Luwu Timur itu menjagokan La Roja untuk mengangkat trofi juara dunia. Ia bahkan memprediksi Spanyol akan menaklukkan Argentina dengan skor tipis 2-1.

“Saya prediksi Spanyol menang 2-1,” kata Irwan kepada media ini, Minggu (19/7/2026).

Tidak hanya itu, menyaksikan keseruhan final piala dunia 2026, Bupati Irwan mengajak nonton bareng (nobar) di rumah pribadinya yang dikenal sebagai Rumah Kaca di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

Bahkan, kegiatan serupa tidak hanya digelar di kediamannya. Irwan bilang, seluruh kantor camat atau rumah jabatan camat di Kabupaten Luwu Timur juga diminta menggelar nonton bareng agar masyarakat dapat menikmati atmosfer final Piala Dunia secara bersama-sama.

“Silakan datang nonton bareng di Rumah Kaca. Selain di sana, kantor-kantor camat juga melaksanakan nonton bareng,” ujarnya.

Untuk diketahui, partai final mempertemukan dua tim dengan karakter permainan yang berbeda. Argentina datang sebagai juara bertahan dengan modal lini serang paling produktif sepanjang turnamen. Dipimpin Lionel Messi, Albiceleste mengandalkan pengalaman, mental juara, dan efektivitas serangan balik. Lautaro Martínez menjadi salah satu pemain yang kerap tampil menentukan, sementara Emiliano Martínez tetap menjadi tembok kokoh di bawah mistar.

Di sisi lain, Spanyol tampil sebagai tim paling konsisten sepanjang kompetisi. Pasukan Luis de la Fuente dikenal menguasai bola dengan baik, disiplin dalam bertahan, serta diperkuat generasi muda yang dipimpin Lamine Yamal. Kehadiran Rodri di lini tengah membuat permainan Spanyol lebih seimbang, sedangkan lini belakang mereka menjadi salah satu yang paling sulit ditembus lawan sepanjang turnamen.

Laga ini juga dipandang sebagai duel dua generasi. Di satu sisi terdapat Lionel Messi yang berpeluang menutup perjalanan Piala Dunianya dengan gelar kedua secara beruntun. Di sisi lain, Lamine Yamal membawa harapan baru bagi sepak bola Spanyol untuk kembali merebut trofi dunia setelah terakhir kali menjadi juara pada 2010.

Dengan kekuatan yang relatif berimbang, pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Namun Irwan tetap yakin dominasi penguasaan bola dan organisasi permainan Spanyol akan menjadi pembeda sehingga La Roja mampu mengangkat trofi dengan kemenangan 2-1 atas Argentina. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *