Example 728x250
Example 728x250
Input Politik

Elektablitas 33,0 % Prof Nurdin Abdullah Unggul di 7 Dapil

434
×

Elektablitas 33,0 % Prof Nurdin Abdullah Unggul di 7 Dapil

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Lembaga Survei Celebes Research Center (CRC) merilis hasil survei preferensi pemilih di Pilgub Sulawesi Selatan 2018, di Hotel Four points by Sheraton, Senin (18/6/2018).

Direktur CRC, Herman Heizer menjelaskan dari hasil suvei CRC tanpa menyebut nama calon dari tanggal 2 hingga 10 Juni 2018, menempatkan kandidat nomor urut 3, Prof Andalan Nurdin Abdullah masih menempati tingkat elektabilitas tertinggi yang mencapai 33,0 persen, disusul Nurdin Halid dengan elektabilitas mencapai 18,7 persen.

Sementara dua kandidat lainnya Ichsan Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang masing-masing diperingkat ke tiga dan empat dengan persentase elektabilitas masing – masing 18,0 persen untuk IYL, dan 5,9 persen untuk Agus Arifin Nu’mang.

“Secara statistik yang paling berpeluang memenangkan pilkada di sulsel yaitu prof andalan, karena kita tahu masih ada sekitar sepuluh hari segala sesuatunya masih bisa terjadi sangat tergantung kepada pergerakan 4 pasangan calon,” ujar Herman Heizer saat merilis Nrvei di Hotel Four Points By Sheraton, Senin (18/6).

Herman Heizer memaparkan kemenangan Prof Andalan dicapai di 7 dapil diantaranya dapil makassar A, Makassar B, dapil tiga, dapil empat, dapil lima, Soppeng, Wajo, Toraja.

“Daerah mana saja dapil yang dimenangkan Prof Andalan yaitu Dapil satu, 2, 4, 5, 8, 9, dan 10 ” paparnya.

Survey CRC sesuai dengan daerah pemilihan dari KPU sulsel di lakukan di 11 dapil provinsi yang ada di Sulawesi Selatan. Sementara IYL-Cakka dan NH-Aziz masing-masing 2 Dapil. IYL-CAKKA di dapil gowa dan Takalar sementara NH-AZIS unggul di Bone, Maros,Pangkep dan Barru.

Meski mengunggulkan Nurdin Abdullah Herman heizer menyebut masih ada 11 persen korensponden yang menjadi penentu kemenangan, tugas dari ke 4 kandidat adalah memenangkan 11 persen suara yang belum menentukan pilihan.

Herman Heizer menambahkan, “Kalau kita lihat alasan memilih calon, Prof Andalan itu dipilih, terutama Pak Nurdin Abdullah, karena sudah terbukti kinerjanya, kemudian ada kecenderungan unggul juga di daerah – daerah perkotaan lebih tinggi.

“Meskipun di pedesaan beliau lebih tinggi juga dibandingkan yang lain, tapi ketika pemilihnya Prof Andalan dibandingkan yang di pedesaan dan perkotaan itu kecenderungannya perbandingan 31 persen dan 40 persen,” pungkasnya.

Liputan:Noya | Editor:NR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *