INPUTRAKYAT_LUTIM, — UPT SDN 228 Lagaroang menorehkan prestasi dalam perlombaan gerak jalan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Malili.
Sekolah tersebut meraih Juara Harapan II dalam perlombaan yang diikuti 25 sekolah dasar dan digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Hasil itu sekaligus menempatkan SDN 228 Lagaroang dalam jajaran lima besar sekolah dasar pada ajang tersebut.
Kepala UPT SDN 228 Lagaroang, Meldawati, mengatakan capaian itu merupakan hasil kerja keras siswa, guru, serta dukungan orang tua dan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa meraih juara dan berhasil masuk lima besar dari 25 SD yang mengikuti lomba gerak jalan ini,” ujar Meldawati saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut dia, prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Sekolah melakukan pembinaan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba.
“Tentunya kami merasa bersyukur dan gembira. Berkat kerja keras dan usaha dalam membimbing anak-anak, mulai dari proses pelatihan hingga penampilan, kami sudah memberikan yang terbaik,” katanya.
Meldawati menyebut kerja keras dan kemauan untuk terus berusaha menjadi salah satu kunci keberhasilan siswa.
“Kunci keberhasilan adalah kerja keras dan usaha. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Ketika proses dilakukan secara maksimal, InsyaAllah hasilnya juga akan mengikuti,” ujarnya.
Selain kemampuan teknis dalam perlombaan, sekolah juga memberikan perhatian pada pembentukan mental, kedisiplinan, serta jiwa nasionalisme dan patriotisme siswa.
“Selaku pimpinan bersama teman-teman guru, kami akan terus berusaha dan memaksimalkan seluruh kemampuan. Mental, kedisiplinan, jiwa nasionalisme dan patriotisme anak-anak akan terus kami tanamkan agar menjadi bekal dan contoh bagi mereka ke depannya,” tuturnya.
Pengalaman Berkompetisi
Meldawati menilai pengalaman mengikuti berbagai kompetisi di luar sekolah turut membantu membentuk keberanian dan kepercayaan diri siswa.
Menurut dia, siswa perlu diberi ruang untuk berkompetisi agar terbiasa menghadapi suasana perlombaan dan memiliki mental yang lebih kuat.
“Kalau lomba seperti ini, ketika siswa sudah berada di luar dan berkompetisi, mereka harus kuat mental. Kalau anak-anak tidak dibiasakan keluar untuk berkompetisi, mental mereka akan berada di situ-situ saja,” katanya.
Pengalaman tersebut, kata dia, membuat mental siswa semakin terasah. Ditambah pembinaan yang konsisten, siswa menjadi lebih termotivasi dan percaya diri untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
“Ini berkat kerja keras dan dorongan motivasi yang diberikan kepada guru-guru di sini. Kuncinya, di mana ada kemauan pasti ada jalan,” ujar Meldawati.
Ia menambahkan, semangat siswa untuk mengikuti kompetisi juga menjadi faktor penting dalam pencapaian tersebut.
“Semangat anak-anak dan tingkat kemauan mereka untuk ikut berkompetisi sangat tinggi,” katanya.
Hasil Kolaborasi
Meldawati menegaskan, keberhasilan SDN 228 Lagaroang bukan hasil kerja satu pihak. Prestasi tersebut merupakan buah kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, orang tua, dan para pemangku kepentingan yang memberikan dukungan selama proses persiapan.
“Kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara orang tua siswa, kepala sekolah, guru pendidik dan stakeholder yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap siswa,” ujarnya.
Ke depan, sekolah akan meningkatkan pembinaan, terutama dalam pengembangan mental dan potensi siswa. Meldawati ingin prestasi yang diraih tahun ini menjadi pijakan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Setelah berhasil meraih prestasi pada lomba gerak jalan tingkat kecamatan ini, saya akan mengarahkan seluruh kemampuan saya. Sedikit demi sedikit mental anak-anak ingin saya bangun dan saya bimbing agar menjadi yang terbaik serta memberikan apa yang menjadi kepuasan bagi siswa,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru, dan siswa yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas partisipasinya, baik kepada orang tua siswa, guru-guru maupun murid-murid yang ikut berpartisipasi sehingga kegiatan yang kita laksanakan ini berjalan dengan lancar dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Khusus kepada para siswa, Meldawati memberikan apresiasi atas perjuangan mereka membawa nama baik sekolah.
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak. Tingkat kemampuan yang mereka miliki sudah maksimal,” katanya.
Menurut Meldawati, prestasi tidak cukup hanya menjadi slogan. Prestasi harus dibuktikan melalui proses dan kerja keras.
“Prestasi tidak dibangun dari sebuah kata, tetapi dibuktikan dengan kerja keras yang nyata. Prestasi tidak bisa diraih kalau tidak dibuktikan dengan kerja nyata,” tegasnya.
“Untuk itu, mari kita wujudkan bersama juara yang berkarakter dan berprestasi,” tutupnya. (Solihin).














