Example 728x250
Example 728x250
Input Pendidikan

Empat Tahun Menunggu, SDN 228 Lagaroang Akhirnya Tembus Lima Besar Gerak Jalan

108
×

Empat Tahun Menunggu, SDN 228 Lagaroang Akhirnya Tembus Lima Besar Gerak Jalan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Empat tahun mengikuti lomba gerak jalan tanpa meraih gelar juara akhirnya berbuah hasil bagi UPT SP SDN 228 Lagaroang. Sekolah dasar itu meraih Juara Harapan II dalam lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Malili untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan diikuti 25 sekolah dasar. SDN 228 Lagaroang berhasil masuk lima besar setelah melewati rangkaian penilaian dalam perlombaan tersebut.

Kepala UPT SP SDN 228 Lagaroang, Meldawati, mengatakan pencapaian itu menjadi hasil dari proses latihan yang dilakukan sekolah selama ini. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak datang secara tiba-tiba.

“Alhamdulillah, setelah empat tahun terakhir akhirnya kami bisa meraih juara. Kami berhasil masuk lima besar dari 25 SD yang mengikuti lomba gerak jalan ini,” kata Meldawati saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Meldawati, persiapan lomba tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis baris-berbaris. Sekolah juga berusaha membentuk keberanian dan kesiapan mental siswa ketika tampil di hadapan publik.

“Selama proses pelatihan sampai penampilan, kami berusaha memberikan pembinaan secara maksimal. Tentunya kami bersyukur dan gembira karena kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.

Bagi Meldawati, pengalaman berkompetisi menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Anak-anak, kata dia, perlu diberi kesempatan tampil di luar lingkungan sekolah agar terbiasa menghadapi tekanan dan suasana kompetisi.

“Kalau lomba seperti ini, ketika siswa sudah berada di luar dan berkompetisi, mereka harus kuat mental. Kalau anak-anak tidak dibiasakan keluar untuk berkompetisi, mental mereka akan berada di situ-situ saja,” katanya.

Pengalaman mengikuti berbagai perlombaan dinilai dapat menumbuhkan rasa percaya diri. Kemampuan tersebut kemudian diperkuat melalui latihan yang konsisten dan dukungan dari guru.

Meldawati mengatakan prestasi SDN 228 Lagaroang juga tidak lepas dari dorongan para guru, siswa dan orang tua. Semangat siswa untuk mengikuti perlombaan menjadi salah satu modal utama.

“Semangat anak-anak dan kemauan mereka untuk ikut berkompetisi sangat tinggi. Di mana ada kemauan, pasti ada jalan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa capaian Juara Harapan II bukan hasil kerja satu pihak. Persiapan lomba, menurut dia, merupakan kerja bersama antara sekolah, guru, siswa, orang tua dan pihak lain yang memberikan dukungan.

“Kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara orang tua siswa, kepala sekolah, guru pendidik dan stakeholder yang memberikan dukungan penuh terhadap siswa,” kata Meldawati.

Setelah capaian tersebut, sekolah berencana melanjutkan pembinaan. Fokusnya bukan hanya mengejar prestasi dalam perlombaan, tetapi juga membangun kedisiplinan, keberanian, nasionalisme dan patriotisme siswa.

“Sedikit demi sedikit mental anak-anak ingin saya bangun dan saya bimbing agar menjadi yang terbaik serta memberikan apa yang menjadi kepuasan bagi siswa,” ujarnya.

Meldawati mengatakan keberhasilan dalam satu perlombaan seharusnya tidak membuat sekolah berhenti berbenah. Prestasi tersebut justru akan dijadikan pijakan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru dan siswa yang telah terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan lomba.

“Saya sangat mengapresiasi anak-anak. Tingkat kemampuan yang mereka miliki sudah maksimal,” katanya.

Bagi Meldawati, hasil perlombaan menjadi pengingat bahwa prestasi membutuhkan proses. Empat tahun mengikuti lomba tanpa membawa pulang gelar tidak dianggap sebagai kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan pembinaan.

“Prestasi tidak dibangun dari sebuah kata, tetapi dibuktikan dengan kerja keras yang nyata. Prestasi tidak bisa diraih kalau tidak dibuktikan dengan kerja nyata,” kata dia.

Ia berharap pencapaian Juara Harapan II dapat menjadi pemantik bagi siswa dan guru untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Untuk itu, mari kita wujudkan bersama juara yang berkarakter dan berprestasi,” ujarnya. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *