INPUTRAKYAT_LUTIM, — Ada yang berubah di podium gerak jalan Kecamatan Malili tahun ini. Tim putri UPT SDN 238 Mallaulu turun satu tingkat. Namun tradisi juara sekolah di Desa Puncak Indah itu belum patah. Tim putra justru kembali merebut posisi teratas.
Dalam lomba gerak jalan yang diikuti 25 sekolah dasar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SDN 238 Mallaulu meraih Juara I kategori putra dan Juara II kategori putri.
Bagi sekolah itu, hasil tersebut bukan sekadar perolehan piala. Prestasi tersebut memperpanjang rekam jejak pembinaan ekstrakurikuler yang dibangun bertahun-tahun.
Tim putri SDN 238 Mallaulu tercatat enam tahun berturut-turut menjadi juara pertama sebelum tahun ini menempati posisi kedua. Sementara tim putra beberapa kali meraih gelar juara pertama dan kembali menguasai posisi teratas pada perlombaan tahun ini.
Kepala SDN 238 Mallaulu, Hardianto, mengatakan capaian tersebut lahir dari latihan yang disiapkan jauh sebelum peserta turun ke jalan.
“Alhamdulillah, putra dan putri kami selama mengikuti kompetisi ini terus menunjukkan prestasi. Meskipun tahun ini putri kami turun menjadi Juara II, semangat kami tidak boleh berhenti sampai di sini,” kata Hardianto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Hardianto, sekolah mulai mematangkan persiapan sekitar sebulan sebelum perlombaan. Latihan tidak hanya menyasar kemampuan baris-berbaris, tetapi juga fisik, mental, karakter, hingga kesiapan atribut.
Sekolah juga melibatkan guru dan pelatih dalam tim ekstrakurikuler untuk memastikan persiapan berlangsung terarah.
“Kami memang sudah merancang persiapan secara matang sekitar satu bulan sebelum berkompetisi. Semua dipersiapkan, mulai dari aksesori, atribut hingga latihan fisik dan mental siswa,” ujarnya.
Hardianto menyebut mempertahankan prestasi justru menjadi tantangan tersendiri. Gelar juara, kata dia, tidak boleh membuat sekolah berhenti mengevaluasi diri.
Karena itu, ia mengingatkan para pelatih untuk mengikuti perkembangan aturan perlombaan agar sekolah tidak kehilangan peluang hanya karena persoalan teknis.
“Kepada para pelatih, saya mengucapkan terima kasih atas pencapaian selama ini. Tetap rendah hati, jaga wibawa dan terus pelajari peraturan terbaru agar kita tidak tertinggal,” katanya.
Di balik piala yang dibawa pulang, ada dukungan yang menurut Hardianto tidak kalah penting, orang tua siswa. Ia menilai prestasi sekolah, baik akademik maupun nonakademik, sulit dicapai jika sekolah berjalan sendiri.
“Sekolah tanpa dukungan orang tua tidak akan mampu mencapai hasil yang maksimal. Prestasi yang diraih hari ini juga merupakan bagian dari dukungan orang tua,” ujarnya.
Hardianto pun meminta para siswa tidak menjadikan hasil perlombaan tahun ini sebagai garis akhir.
“Untuk anak-anakku, tetap semangat dan jangan berhenti di sini. Terus belajar, terus berlatih dan jangan takut bermimpi untuk meraih prestasi dan kesuksesan,” katanya.
Bagi SDN 238 Mallaulu, mempertahankan juara bukan perkara mengumpulkan piala sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah menjaga proses pembinaan agar prestasi tidak berhenti sebagai kebetulan tahunan.
Dengan tim putra yang kembali menjadi juara pertama dan tim putri yang masih bertahan di posisi kedua, sekolah itu kini memiliki pekerjaan rumah yang jelas, mengembalikan mahkota putri sekaligus mempertahankan posisi putra.
Saat ini, UPT SDN 238 Mallaulu tercatat memiliki 655 siswa berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). (Solihin).














