Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Siapa Bilang Nenek Tak Bisa Gacor? Balambano Membuktikannya

61
×

Siapa Bilang Nenek Tak Bisa Gacor? Balambano Membuktikannya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Usia boleh bertambah, tetapi semangat bergoyang dan bernyanyi rupanya tak mengenal pensiun. Itulah yang terlihat di Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Selasa malam, 11 Agustus 2026.

Komunitas Nenek Jaman Now menggelar ramah tamah dan silaturahmi di kediaman Risal Mujur, salah seorang pimpinan Media Pena Lutim. Acara itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Alih-alih sekadar duduk menikmati acara, para peserta ikut mengambil alih panggung. Lomba nyanyi estafet dan solo menjadi menu utama malam itu. Warga dan tamu undangan bergantian menyumbangkan suara, dengan kualitas yang tampaknya lebih penting diukur dari keberanian ketimbang nada.

Camat Wasuponda turut hadir bersama warga Balambano, peserta kegiatan, dan sejumlah tamu undangan. Tepuk tangan dan sorakan terdengar setiap kali seorang peserta menyelesaikan lagu.

Seorang warga Dusun Balambano membuka penampilan solo dengan iringan musik. Aksinya mendapat sambutan meriah dari penonton.

Giliran tim Mama Gacor tampil, suasana berubah lebih riuh. Mereka membawakan lagu Tua-Tua Keladi dalam lomba nyanyi estafet. Lagu itu seperti mendapat pasangan yang tepat dengan konsep acara: usia boleh bertambah, semangat tetap menyala.

Gelak tawa dan tepuk tangan penonton pecah sepanjang penampilan. Tidak ada suasana kompetisi yang terlalu serius. Yang dicari malam itu tampaknya bukan siapa yang paling merdu, melainkan siapa yang paling mampu membuat suasana hidup.

Komunitas Nenek Jaman Now juga tampil secara solo. Menariknya, sebagian anggota komunitas datang dari Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang. Mereka menempuh perjalanan ke Balambano untuk ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan.

Camat Wasuponda mengapresiasi antusiasme warga. Menurut dia, kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi.

“Terima kasih dan apresiasi atas antusias masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, suasana kampung menjadi lebih ramai dan masyarakat bisa bersama-sama merasakan semangat Hari Kemerdekaan,” katanya.

Ia berharap rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung aman dan tertib. Kebersamaan antarwarga, kata dia, juga perlu terus dijaga.

Malam di Balambano akhirnya ditutup dengan suasana yang jauh dari seremoni resmi, musik, nyanyian, canda, dan tepuk tangan.

Di sana, kemerdekaan dirayakan tanpa banyak pidato. Mikrofon berpindah tangan, lagu berganti lagu, sementara para nenek membuktikan satu hal, “Jaman Now” bukan soal umur, melainkan soal siapa yang masih berani naik panggung. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *