Genjot Ekspor di Masa Pandemi, Bio Farma Jadi Satu-satunya BUMN Peraih Penghargaan Primaniyarta

Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, dan Direktur Penelitian & Pengembangan Bisnis PT Bio Farma (Persero), Yuliana Indriati, berbincang pada kegiatan Business Gathering yang digelar oleh Kementerian Perdagangan RI di Jakarta (15/12). Bio Farma menjadi satu-satunya BUMN penerima Anugerah Primaniyarta 2022, yang diberikan kepada eksportir yang dinilai inovatif dan berprestasi.

INPUTRAKYAT_JAKARTA– Bio Farma dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Primaniyarta dalam kategori Eksportir Produk Inovatif. Bio Farma yang merupakan induk holding BUMN Farmasi beranggotakan PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk, menjadi satu-satunya BUMN yang mendapatkan penghargaan Primaniyarta di tahun 2022.

Penghargaan Primaniyarta diberikan kepada 14 penerima yang terdiri atas 12 eksportir dan dua kepala daerah terpilih yang terus meningkatkan nilai ekspornya di masa pandemi serta menjadi pelopor pasar baru bagi Indonesia.

Bacaan Lainnya

Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden RI pada saat pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-37, Rabu (19/10/2022) lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Banten. Primaniyarta sendiri merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi tauladan bagi eksportir lain.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kemudian mengundang seluruh penerima penghargaan, termasuk Bio Farma untuk menghadiri Business Gathering di Kementerian Perdagangan pada Kamis (15/12/2022).

Dalam sambutannya, Zulkifli mengatakan, bahwa kunci kesuksesan negara maju adalah ekspor. Hingga tidak berlebihan jika pemerintah memberikan penghargaan kepada para pelaku ekspor.

“Pelaku usaha ekspor ini bagi adalah pejuang-pejuang bagi merah putih yang akan menjadikan Indonesia menjadi negara maju”katanya

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada para eksportir. Zulkifli juga menambahkan, pihaknya akan berusaha untuk mendorong dan membantu perusahaan untuk melakukan ekspor.

“Para pejuang ekspor ini harus dibantu agar mudah dan berkembang perusahaanya,” pungkasnya.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, bahwa produk Bio Farma memiliki standar internasional. “Bio Farma telah menghasilkan vaksin yang berkualitas sesuai standar World Health Organization (WHO),” katanya. Yuliana juga menambahkan, Bio Farma telah meningkatkan peran Indonesia di negara berkembang yang tergabung dalam Developing Countries Vaccine Management Network (DCVMN) dan Organization of Islamic Cooperation (OIC) untuk menghasilkan vaksin yang berkualitas dengan harga terjangkau.

“Saat ini produk Bio Farma telah diekspor ke lebih dari 153 negara, bahkan kebutuhan vaksin polio di dunia, dipenuhi oleh Bio Farma sebanyak 70%. Realisasi ekspor produk Bio Farma pada tahun 2021 lalu mengalami peningkatan dari sebelumnya 69 Juta Dollar di tahun 2020 menjadi USD 107 Juta Dollar di tahun 202”, ungkap Honesti.

Anugrah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *