Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Jalan Rusak, Nyawa Terancam: Jeritan di Jalur Trans Sulawesi Nuha–Beteleme, Pemerintah Kemana?

1017
×

Jalan Rusak, Nyawa Terancam: Jeritan di Jalur Trans Sulawesi Nuha–Beteleme, Pemerintah Kemana?

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Di tengah rimbunnya perbukitan yang membelah batas Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, ada satu jalur yang seharusnya menjadi nadi kehidupan. Jalan Trans Sulawesi, penghubung Morowali Utara dan Luwu Timur, kini justru berubah menjadi ancaman.

Ini bukan cerita, ini adalah fakta. Di jalur poros Nuha–Beteleme, lubang menganga di mana-mana, berubah menjadi kubangan saat hujan turun. Air mengikis badan jalan, meninggalkan permukaan yang kasar dan berbahaya.

Yang paling mengkhawatirkan, kerusakan parah terjadi di tanjakan yang tak jauh dari batas Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Tepatnya di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulteng.

potret kondisi tanjakan jalan poros Nuha – Beteleme.

Di tanjakan itu, terdapat batu-batu besar, bahkan seukuran kepala orang dewasa. Air mengikis badan jalan berbentuk selokan dalam, menambah keselutian saat kendaraan menanjak. Di titik ini, kendaraan seperti diuji antara kuat atau celaka.

Sepeda motor harus ekstra hati-hati, salah pijak bisa tergelincir. Mobil pun tak kalah menderita, bamper kerap menghantam batu, mesin meraung keras menaklukkan tanjakan. Tak jarang, kendaraan justru gagal naik, mundur perlahan dengan risiko kecelakaan yang mengintai.

“Ini bukan sekadar jalan rusak. Ini soal keselamatan,” kata salah seorang pengumudi angkutan umum yang enggan dipublikasikan namanya. Ia mengeluh lantaran setiap hari melintasi jalur tersebut.

Setiap hari, warga, pekerja, hingga pengendara logistik mempertaruhkan nyawa saat melintas. Jalur yang seharusnya mempercepat konektivitas justru memperlambat segalanya, bahkan mengancam kehidupan.

Pertanyaannya kini menggantung di udara, sekeras batu-batu di jalan itu, pemerintah ke mana? Sementara jalan ini merupakan gawean pemerintah provinsi Sulteng, meski berada di wilayah Kabupaten Morowali Utara.

“Kami ini pak nda menuntut ji harus di aspal, ya siapa tau anggaran tidak ada, tetapi masa pemerintah provinsi lewat Balai atau PUPR tidak ada rasa peduli dengan kondisi ini, ya paling tidak melakukan pemeliharaan rutin, tapi ini kok seolah-olah dibiarkan,” keluhnya lagi.

Menurutnya, kerusakan ini bukan baru kali ini, ini sudah lama, terus balai atau dinas provinsi yang menangani wilayah ini kemana? kok tidak ada sedikit pun rasa tanggung jawab. Kasihan kami pak pengendara yang hampir setiap hari melintasi. Masa Sulsel bisa benahi jalannya, Sulteng tidak.

“Kami berharap ini segera dibenahi paling tidak ditimbun lah biar tidak parah seperti ini, dan mudah-mudahan Pak Gubernur bisa baca berita ini pak, agar bisa menegur bawahannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *