Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Jelang Pemilu 2024, DPC Partai Demokrat Morut Gelar Konsolidasi

1305
×

Jelang Pemilu 2024, DPC Partai Demokrat Morut Gelar Konsolidasi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali Utara matangkan persiapan untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Partai besutan Agus Harimurti Yudoyono (AHY) itu menggelar konsolidasi bersama pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabag (DPAC), ranting hingga calon legislatif.

Konsolidasi tersebut berlangsung di sekertariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali Utara, Kamis (30/11/2023) sore, Jalur dua Korolaki, Kecamatan Petasia.

Dihadiri Ketua Bappilu DPD Demokrat Sulteng, Mardinan Sane, dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Anwar Hafid sekaligus anggota DPR RI lewat virtual.

Membuka kegiatan, Ketua DPC Partai Demokrat Morut, Holiliana Tumimomor dalam sambutannya mengatakan, kita kumpul hari ini melalui konsolidasi untuk bersama-sama berjuang untuk membawa kemaslahatan orang banyak.

“Kita ini semualah pejuang-pejuang, sebagai kader partai Demokrat mari kita berjuang bersama-sama melalui momen politik 2024 yang sudah didepan mata dan tentunya kita memiliki kader-kader terbaik partai demokrat,” ujarnya.

“Saat ini hadir ditengah-tengah kita Mardinan Sane, putra daerah Morut, semoga bisa mendapatkan kesempatan untuk duduk di DPR RI,” sambung Holiliana yang juga Caleg Dapil 3 di Morut.

Lanjutnya, kita patut berjuang ekstra, karena tidak ada perjuangan yang sia-sia, seperti pepatah mengatakan tidak ada usaha yang menghianati hasil ketika kita berjuang dengan sungguh-sungguh.

Begitu pula tambahnya, dengan Caleg yang ada hadir pada saat ini maupun yang lagi behalangan hadir, saya titip teruslah bergerak karena setiap upaya, Tuhan akan lihat jeripaya kalian dan niat baik dari kita semua.

Sementara itu, Ketua Bappilu DPD Partai Demokrat Sulteng, Mardiman Sane mengungkapkan, bahwa ditengah keterbasan saya bersama ibu ketua Demokrat Morut, Holiliana berusaha semampu kami untuk membantu meringankan beban para Caleg sebanyak 25 orang yang dimana seluruh dana saksi sudah kami bayar.

“Ini wujud pengorbanan saya dengan ibu ketua untuk membesarkan partai Demokrat sehingga tanpa memandang latar belakang kita semua para Caleg. Kita tinggal memastikan bahwa semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) kita punya saksi,” imbuhnya.

Namun yang terpenting teman-teman Caleg harus memastikan bahwa saksi yang kita utus adalah saksi yang kompoten, bukan saksi ayam sayur atau saksi yang dapat dibayar dari orang lain.

Menurutnya, dalam hasil rapat konsolidasi nasional di Madiun, dimana ketua DPP Demokrat, Agus Haris Yudiyono menghibahkan dana sebesar Rp. 85 Miliar untuk membayar satu saksi satu TPS se Indonesia.

“Kalau dikonprensi dengan jumlah TPS, itu setarah dengan Rp 100 ribu per TPS, jadi kita memiliki dana tambahan, hal ini mengembirakan kita agar supaya suara kita tidak di curi,” jelasnya.

Ia pun berpesan kepada DPC serta para Caleg untuk mengembleng betul siapa yang akan menjadi saksi kita, jadi jangan ada lagi kecemburuan supaya betul-betul yang duduk di TPS adalah saksi Demokrat bukan saksi Caleg.

Lanjutnya, pesan dari Ketua Umum kepada kita semua bahwa Demokrat sekarang adalah partai papan atas bukan partai papan tengah.

“Beberapa lembaga survei nasional yang kridibel memaparkan hasil jika Partai Demokrat berada diperingkat kedua atau ketiga sebagai pemenang Pemilu,” sebutnya.

“Khusus untuk Sulawesi Tengah partai ini lagi bersinar, kemarin salah satu ketua DPD yang mendapatkan tepuk tangan adalah Sulawesi Tengah saat Rakernas di Madiun,” ketus Mardinan Sane yang juga Caleg DPR RI.

Di Sulteng kita memiliki tokoh regional yang bernama Anwar Hafid. Popularitas beliau lebih tinggi dari pada popularitas Demokrat. Beliau lokomotif yang menarik gerbong Demokrat.

Oleh karena itu, saudara-saudara Caleg jangan ragu untuk selalu membawa beliau didalam kampanye, dan kemungkinan besar bila Tuhan berkehendak kita akan memecahkan rekor sejak pemilihan demokratis berlangsung belum ada satu partai yang tembus dua kursi di senayan, dan mungkin Tahun 2024 Demokrat dua kursi.

“Ini yang perlu dibicarakan sore ini, pak Anwar tidak mau jika di senayan dua kursi sementara di daerah kurus, dikarenakan kita memilih caleg berbeda warna, jadi sedapat mungkin biru diatas sampai ke bawah, ini dibutuhkan kerja keras,” tandasnya.

Ia juga menegaskan, kalau ada pengurus Partai Demokrat yang memilih atau memperjuangkan Caleg dari partai lain laporkan ke saya, saya pasti pecat, kita mau Partai Demokrat kembali jaya di Morowali Utara.

Dikesempatan itu pula, Mardinan Sane juga memberikan pemaparan kepada seluruh Caleg Demokrat untuk bekerja akurat dengan berbasis data.

Turut hadir dikegiatan tersebut para pengurus DPAC, ranting seluruh Calon Legislatif (Caleg) se Kabupaten Morowali Utara.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *