INPUTRAKYAT_LUTIM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Ranteangin dan Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin, 5 Oktober 2026.
Api membakar lahan kering. Kobaran bahkan nyaris mencapai tempat pemakaman umum (TPU).
Warga Desa Bantilang, Rum, mengatakan api pertama kali terlihat di wilayah Desa Ranteangin sekitar pukul 15.55 Wita.
Menurut dia, kobaran api dengan cepat melahap lahan kering yang diperkirakan mencapai puluhan hektare. Api juga sempat bergerak mendekati area pemakaman umum.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga kemudian berjibaku melakukan pemadaman hingga kobaran berhasil dikendalikan.
“Beruntung tidak ada lahan perkebunan warga yang terbakar,” kata Rum.
Namun, kebakaran kembali muncul di kawasan Landa, Desa Bantilang. Kali ini, api merambat ke area perkebunan warga.

Sejumlah tanaman, termasuk pohon kakao dan lengkeng, dilaporkan ikut terbakar.
Warga bersama petugas pemadam kebakaran kembali melakukan penyisiran dan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Setelah kobaran di kawasan perkebunan berhasil dikendalikan, api kemudian bergerak menuju area persawahan mengikuti arah angin.
Rum mengatakan lahan persawahan yang terbakar merupakan area yang sedang tidak ditanami padi. Vegetasi berupa alang-alang yang mengering membuat api lebih mudah menjalar.
Hingga Senin malam, proses pemadaman masih berlangsung. Warga dan petugas terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak mendekati permukiman.
Lokasi kebakaran disebut berjarak sekitar 500 meter dari rumah warga.
Rum memperkirakan sedikitnya 10 hektare lahan kering di Desa Bantilang telah terbakar. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan karena pendataan luas lahan terdampak belum dilakukan secara menyeluruh.
Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih fokus melakukan pemadaman dan penyisiran untuk mencegah api kembali membesar dan meluas ke wilayah lainnya.














