INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Mengupas kisah perjuangan dakwah 80 tahun Dr. AGH Sanusi Baco, Lc. dalam Launching dan Bedah Buku Biografi yang berjudul “Setia di Jalan Dakwah” pada Minggu 4 Maret Februari 2018. Senin, (5/3/2018)
Penulis buku Setia di Jalan Dakwah, Firdaus Muhammad menjelaskan, Buku Biografi Anre Gurutta K.H Sanusi Baco, Setia Di Jalan Dakwah, adalah bentuk apresiasi atas perjuangan dakwah dan keteladanan dari ketua MUI Sulsel 3 Periode tersebut.
“Buku ini menceritakan, masa kecil AGH Sanusi Baco bagaimana beliau di tingalkan oleh ibunya sejak usia muda, kemudian menuntut ilmu dengan kesederhanaannya merantau ke Makassar, 8 tahun di pesantren DDI Barru, Mangkoso, lalu melanjutkan studynya ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir bersama Gusdur dan Mustafa Bisri. Kembali ke Sulawesi Selatan dan sekarang beliau menjabat untuk 3 periode ketua umum MUI Sulsel” ujar Firdaus Muhammad.
Firdaus Muhammad berharap Buku ini menjadi inspirasi terutama untuk generasi muda, mengenal perjuangan ulama, dan cara berfikir Anre Gurutta K.H Sanusi Baco yang kemudian dapat diteladani.
Turut hadir dalam Launching dan Bedah Buku 80 Tahun AGH Sanusi Baco Setia di Jalan Dakwah, Anggota DPD RI, Iqbal Parewangi menuturkan buku ini menjadi inisiatif penting bukan karena semangat literasi tetapi generasi mendatang tidak boleh kehilangan keteladanan sejarah.
“Semakin banyak ulama Sulawesi Selatan yang berguguran, jejak perasaan dan jejak pengalamannya tertulis kurang, karena itu buku ini menjadi inisiatif yang penting bukan saja karena semangat literasi ulama tetapi generasi mendatang tidak boleh kehilangan keteladanan sejarah dan buku ini hadir untuk itu” tutur Iqbal Parewangi.
Senada dengan itu, Ketua Jurnalis Online Indonesia JOIN Makassar yang juga penggerak literasi nasional, Adnan Bachtiar yang hadir pada acara tersebut, mengatakan AGH Sanusi Baco menunjukkan konsisten profesionalisme dan pengabdian, kredibilitas serta kepercayaan.
“Buku Anre Gurutta K.H. Sanusi Baco 80 tahun Setia dijalan Dakwah, menunjukkan satu konsistensi, apapun jalur yang kita pilih pengabdian apapun yang kita pilih, di butuhkan adalah konsistensi, tidak ada orang profesional tanpa di awali dari sebuah konsistensi, setelah konsisten mengikuti perjalanan karirnya harus di butuhkan adalah trust kepercayaan, kepercayaan itu lahir dari adanya kredibilitas, kredibilitas ujungnya adalah trust, tidak ada satupun orang di Indonesia khususnya Sulsel yang menafikkan bahwa AGH Sanusi Baco adalah tokoh fenomenal yang melintas batas” ungkap Adnan Bachtiar.
Lanjut Adnan, “Beda dengan tokoh-tokoh lain yang tadinya memimpin pesantren, melakukan gerakan dakwah tetapi ujungnya terlibat di politik praktis, Anre Gurutta K.H Sanusi Baco, betul-betul murni gerakannya adalah gerakan dakwah sangat susah kita temukan tokoh seperti beliau, kenapa itu terjadi karena tadi itu, konsistensinya kemudian mampu dan merawat trustnya kemudian kredibilitas ini melahirkan sebuah kepercayaan di tengah-tengah masyarakat kita, ini yang menarik dari buku ini” pungkas Adnan Bachtiar.
Liputan:Noya | Editor:Zhakral














