INPUTRAKYAT_LUTIM,–Jabatan Aris Situmorang selaku Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, bukan menjadi penghalang harus dekat dengan masyarakat.
Meskipun disibuki dengan padatnya urusan kantor sebagai perwakilan rakyat, dirinya masih meluangkan waktu untuk berbagi ke masyarakat.
Tak hanya itu, Ketua DPC Partai Gerindra Luwu Timur ini, merupakan sosok yang sedikit bicara namun banyak kerja, terbukti dengan fokusnya memperkuat sistem pemberdayaan masyarakat. Diantaranya, mendorong para petani merubah pola pertanian dengan sistem pertanian organik.
Untuk mengarahkan hal itu, Wakil Ketua II DPRD Lutim ini tidak hanya berbicara pada tataran retorika, tetapi turut mendampingi para petani untuk bercocok tanam.

Hal itu dibuktikan saat dirinya terlihat mendampingi masyarakat petani di Desa Lestari, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Rabu (24/01/18) pagi.
Dari pantauan media ini, tampak Aris bersama-sama petani menanam padi jenis organik.
Tak hanya itu, terlihat pula Aris Situmorang sepertinya berpengalaman dalam menanam padi.
Disela-sela waktunya Aris Situmorang selaku Wakil Ketua II DPRD Lutim mengatakan, sekarang kan sudah memasuki musim tanam makanya kami arahkan para petani untuk bercocok tanaman padi organik, ungkapnya kepada InputRakyat.co.id.
Salah satu terobosan kami sebagai Asosiasi petani organik (AKAR) Luwu Timur, bagaimana menonjolkan sektor pertanian organik di Kabupaten Luwu Timur.” Terbukti saat ini kita sudah punya beras organik dalam bentuk kemasan,” terangnya.
Kenapa itu dilakukan, program pertanian organik, selain hemat biaya, juga terjamin sehat bebas kimia sekaligus ramah lingkungan, papar Aris.
Disinggung dirinya terjun menanam padi sementara Ia seorang pejabat kata Aris, ngapain mesti malu, jabatan itu tak perlu untuk dibanggakan apalagi mau disombongkan, saya lebih senang seperti ini kok, lebih memperbanyak diri di sawah dibandingkan di kantor, karena kita ini adalah bagian atau perwakilan masyarakat, ucapnya.
“Saya hanya berharap bagaiamana program ini menjadi program unggulan pertanian organik di Luwu Timur,” tutupnya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.














