INPUTRAKYAT_MAJENE, — Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting pada 18 April 2026 dengan melibatkan seluruh mitra kesehatan lintas sektor di Kabupaten Majene. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan menyatukan langkah bersama dalam upaya menekan angka stunting di daerah.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Puskesmas se-Kabupaten Majene, RSUD Majene, Tim Penggerak PKK, Kementerian Agama, BKKBN, organisasi profesi kesehatan, hingga kalangan akademisi. Seluruh pihak duduk bersama untuk membahas strategi percepatan penanganan stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Majene menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Upaya pencegahan membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat di tingkat keluarga.
Dalam rapat tersebut, peserta menyamakan data, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah intervensi spesifik dan sensitif agar program penurunan stunting lebih tepat sasaran. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi keluarga, pola asuh, hingga pemenuhan gizi masyarakat.
Dari hasil koordinasi, lahir sejumlah komitmen bersama untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene, di antaranya penguatan pendampingan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mendorong gerakan aktif masyarakat datang ke Posyandu setiap bulan, serta pelaksanaan edukasi gizi secara masif hingga tingkat dasawisma.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
“Karena satu anak stunting adalah satu masa depan yang harus kita selamatkan bersama,” menjadi semangat bersama yang menguat dalam rapat koordinasi tersebut.














