Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Pesantren KH Hasyim Asy’ari di Petasia Barat Rayakan Hari jadi ke 3 Tahun dan NU ke 101

1035
×

Pesantren KH Hasyim Asy’ari di Petasia Barat Rayakan Hari jadi ke 3 Tahun dan NU ke 101

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Pesantren KH Hasyim Asy’ari merayakan hari jadi ke 3 tahun dan hari Nahdatul Ulama (NU) yang ke 101 tahun.

Acara tersebut berlangsung di pondok Pesantren KH Hasyim Asy’ari di Desa Tiu, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, Selasa (31/1/2024).

Perayaan tersebut ditandai dengan digelarnya upacara bendera di halaman Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari yang dipimpin langsung Ketua FKUB Morut, Sukriadi.

Dalam amanatnya, Ketua FKUB Sukriadi mengatakan, tanggal 31 Januari tahun 1926 sebagai sebuah organisasi Islam yang hari ini menjadi organisasi Islam terbesar di dunia yakni Nahdatul Ulama.

“Nahdlatul Ulama itu hari ini mengklaim lebih dari 90 juta orang di seluruh Indonesia sebagai wadah bagi kita umat Islam di Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” ungkapnya.

Oleh karena itu kata dia, tidak heran kalau dari Nahdatul Ulama banyak tokoh-tokoh pendahulu kita yang kemudian diberikan gelar sebagai pahlawan nasional agama karena begitu besar perjuangannya terhadap upaya kemerdekaan Republik Indonesia.

Lanjutnya, Nahdatul Ulama dilahirkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bahkan kita tidak heran juga Pesantren ini sudah ada dari Sabang sampai Merauke, puluhan perguruan tinggi dan sekolah menengah yang pernah di bawah Nahdatul Ulama.

“Kita orang-orang yang baik di masa lampau maupun sekarang sudah membuktikan bagaimana kita membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini yang begitu besar pengorbanannya, dan Alhamdulillah dengan berdirinya pondok Pesantren yang kita cintai ini bertepatan hari lahirnya dengan hari lahir NU,” paparnya.

Menurutnya, pondok pesantren yang baru berusia 3 tahun ini bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat dan anak-anak kita yang dulu kalau mau pondok di pesantren harus keluar daerah dengan biaya yang tentu tidak sedikit dan alhamdulillah pesantren sudah ada di depan mata kita, maka tentu biaya pendidikan yang begitu banyak bisa dikurangi karena pondok pesantren sudah dekat dengan rumah kita.

Ia menjelaskan, bahwa di usia 3 tahun ini pondok pesantren kita baru memiliki satu lembaga pendidikan yakni Madrasah Tsanawiyah dan Insha Allah dengan izin Allah SWT dan dengan dorongan dukungan bapak ibu semua pada tahun 2024 ini tepatnya pada tahun ajaran baru, tahun ini Insha Allah pondok pesantren kita sudah akan membuka Madrasah Aliyah sebagai tempat pendidikan Sekolah Menengah bagi anak-anak.

“Tenaga pendidikan yang hari ini ada di pesantren kita Insya Allah lebih dari cukup dan semua guru-guru kita semuanya sarjana, jadi tidak usah khawatir dengan kualitas pendidik kita di pesantren, seandainya ada yang belum S1 nanti pesantren kuliahkan supaya bisa selesai sarjana bahkan sudah ada yang S2,” ujarnya.

Meski begitu tambahnya, tentu masih ada kekuarangan sarana dan prasarananya, tetapi kita akan terus berbenah, dan alhamdulillah beberapa anggota dewan kita di DPRD Morut salah satunya Muhammad Safri dan Pemerintah Daerah Morut terus membantu kita dalam membangun pesantren ini.

Hadir dikegiatan tersebut, pengurus cabang NU Morut, pengurus cabang pondok pesantren KH. Hasyim Asy’ari, ketua komite pondok pesantren, tokoh Agama dan wali santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *