Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Pesawat Garuda Segera Mendarat di Bandara Maleo Morowali

725
×

Pesawat Garuda Segera Mendarat di Bandara Maleo Morowali

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MOROWALI,–Kabupaten Morowali, Sulteng, bisa dikatakan daerah masih berusia muda.

Sejak pemekeran diri dari Kabupaten Poso, Morowali saat ini sudah berusia 18 tahun.

Diusia tersebut, di tangan Anwar Hafid selaku bupati Kabupaten Morowali beserta seluruh stakeholder dan masyarakat berhasil membawa Morowali jauh lebih baik.

Hal itu dibuktikan dengan pesatnya pembangunan serta tersedianya lapangan kerja bagi Masyarakat Morowali.

Tak sampai disitu, demi kemudahan konektivitas masyarakat dengan kota-kota besar di Pulau Sulawesi, saat ini pemerintah daerah Morowali terus mebenahi Bandar Udara.

Alhasil, pesawat ATR 72 mampu mendarat mulus di Bandar Udara Morowali dengan jurusan Morowali-Makassar dan Morowali-Palu.

Tak hanya itu, dikabarkan pula pesawat Garuda bakal mendarat di Bandar Udara Maleo Morowali dalam waktu dekat.

Pencapaian hasil pemerintah daerah Morowali, tentu membawa angin segar bagi masyarakat setempat.

Demikian halnya dikemukakan Baharuddin warga Bungku.

“Dengan mendaratnya pesawat Garuda, tentu makin tak sulit dan bahkan jauh lebih nyaman ketika kami hendak ke Makassar dan Palu. Meski saat ini baru pesawat ATR 72, Makassar dan Palu sudah terasa dekat,” ucapnya kepada InputRakyat.co.id, Jumat (01/06/18).

Menurutnya, dari Morowali ke Palu, masyarakat mesti menempuh perjalanan sejauh 520 kilometer yang membutuhkan waktu 11 hingga 12 jam dengan mobil. Sedangkan, jarak dari Morowali ke Poso dan Kendari lebih dari 300 kilometer yang bisa ditempuh 7 hingga 8 jam dengan mobil.

“Kalau naik pesawat, waktunya hanya 30 menit sampai satu jam perjalanan. Jadi masyarakat dsangat antusias keberadaan penerbangan ini,” ujar Bahar.

Pemerintah Morowali sukses merubah dan membangun daerah sampai saat ini demi kesejahteraan masyarakatnya, tutupnya.

Sekedar diketahui, Bandara Morowali mulai dibangun pada 2007 dengan dana APBD oleh inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, setelah sempat terhenti.

Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2010 yang meliputi pembangunan fisik bandara, baik sisi udara seperti landasan pacu,taxiway, dan apron maupun sisi darat seperti terminal penumpang dan gedung perkantoran.

Pembangunan fisik tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan menggunakan dana APBN. Meski pun pembelanjaan tidak begitu lancar saat itu, namun dalam tiga tahun pembangunan tersebut digenjot hingga tuntas.

Total dana APBD yang sudah digunakan hingga 2018 sebesar Rp 21 miliar. Sementara itu, dana APBN yang digunakan sebesar Rp 345,591 miliar.

Informasi yang dihimpun, bahwa Bandara Morowali berada di lahan seluas 158 hektar. Bandara ini mempunyai panjang landasan pacu sekitar 1.500 meter.

Bandara juga memiliki gedung terminal seluas 1000 meter persegi dengan kapasitas pelayanan untuk 100 orang. Di dalam gedung terminal terdapat fasilitas dua gerbang X-ray, dua unitconveyor belt (band berjalan) untuk bagasi penumpang keberangkatan dan kedatangan serta dua unit konter check-in.

Selain itu, bandara juga dilengkapi beberapa gedung lain seperti gedung perkantoran dan gedung fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *